SerambiIndonesia/

Pengibaran Bintang Bulan Langgar Hukum

Pihak Kepolisian Daerah (Polda) Aceh angkat bicara terkait dikibarkannya bendera Bintang Bulan

Pengibaran Bintang Bulan Langgar Hukum
Mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) mengibarkan bendera bintang bulan pada upacara milad Ke-40 GAM di kawasan hutan Kemukiman Pante Cermin, Kecamatan Jaya (Lamno), Aceh Jaya Minggu (4/12). 

BANDA ACEH - Pihak Kepolisian Daerah (Polda) Aceh angkat bicara terkait dikibarkannya bendera Bintang Bulan pada milad ke-40 Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang diperingati Minggu, 4 Desember lalu. Menurut Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Goenawan, pengibaran bendera tersebut telah menyalahi aturan dan pihaknya akan mengidentifikasi pelaku yang melanggar hukum itu.

Hal tersebut disampaikan Goenawan kepada Serambi terkait adanya kelompok yang mengibarkan bendera Bintang Bulang pada peringatan HUT GAM, dua hari lalu. Sebagaimana diketahui, pengibaran Bintang Bulan terjadi di kaki gunung pinggir sungai kemukiman Pante Cermin, Kecamatan Jaya, Aceh Jaya, dalam sebuah upacara peringatan milad ke-40 GAM.

“Pengibaran Bintang Bulan itu menyalahi aturan dan melanggar hukum, karena hingga saat ini Bintang Bulang belum disahkan pemerintah pusat sebagai bendera Aceh. Kalau dikibarkan, ya itu melanggar hukum. Sebelumnya kita juga sudah mengimbau masyarakat,” kata Goenawan kepada Serambi, Senin (5/12).

Oleh karena itu, lanjut Goenawan, terkait persoalan tersebut pihaknya akan melakukan identifikasi, baik secara individu atau kelompok yang terlibat dalam pengibaran Bintang Bulan di Aceh Jaya tersebut. Pun demikian, pihak Polda Aceh akan melakukan langkah-langkah persuasif terhadap persoalan itu. “Ini akan dilakukan penyelidikan dan identifikasi awal dulu, kita akan identifikasi semua individu yang terlibat dalam pengibaran itu,” ujar Goenawan.

Kalau sudah teridentifikasi dan sudah jelas konteks pengibarannnya, baru kemudian pihaknya mengambil langkah hukum untuk meluruskan persoalan tersebut. Goenawan atas nama Polda Aceh menyebutkan, upaya hukum harus dilakukan, karena hingga saat ini Bintang Bulan belum disahkan sebagai bendera Aceh. “Mereka akan dipanggil nanti. Kalau sudah jelas, proses hukumnya akan dilakukan,” tegas Goenawan.

Sebelumnya, kata Kabid Humas, pihaknya sudah melakukan pendekatan dengan sejumlah eks kombatan GAM di beberapa wilayah di Aceh. Dalam pertemuan tersebut, para eks kombatan GAM menyebutkan, bahwa tidak ada instruksi dari pimpinan tertinggi, baik Komite Peralihan Aceh (KPA) atau Partai Aceh (PA) untuk mengibarkan Bintang Bulan pada milad ke-40 GAM tahun 2016.

Seperti diberitakan Serambi sebelumnya, Kabid Humas atas nama Kapolda Aceh juga telah mengimbau seluruh masyarakat Aceh agar tidak mengibarkan bendera Bintang Bulan pada peringatan milad ke-40 GAM di seluruh wilayah Aceh. Kegiatan milad seperti dikoordinasikan pihak kepolisian dengan elite KPA/PA hanya doa, zikir bersama, dan santunan anak yatim.

Kombes Pol Goenawan dalam wawancaranya dengan Serambi kemarin juga menyebutkan, pengibaran bendera Bintang Bulan yang dilakukan oleh sekelompok orang tersebut diyakini sebagai bentuk euforia dalam rangka peringatan deklarasi GAM setiap 4 Desember. “Mungkin itu dilakukan karena euforia semata, tidak untuk mengobarkan semangat perjuangan kembali,” sebut Kombes Pol Goenawan dalam wawancaranya.

Pengibaran itu, kata Goenawan, dilakukan oleh kelompok tertentu yang tidak patuh terhadap instruksi para petinggi KPA/PA. Kegiatan itu juga dilakukan di tempat sembunyi yang jauh dari permukiman dan pantauan pihak keamanan. “Elite KPA/PA dan tokoh-tokoh eks kombatan sudah menyatakan dengan jelas, bahwa tidak ada instruksi kepada kendali jajarannya untuk mengibarkan Bintang Bulan,” ujarnya.

Goenawan juga memastikan, Polda Aceh akan terus memantau situasi keamanan Aceh, apalagi saat ini jadwal pelaksanaan Pilkada Aceh 2017 sudah semakin dekat. “Makanya (masalah ini) akan kita sikapi dengan cara-cara yang bijak dan kita tempuh langkah-langkah persuasif. Yang paling penting saat ini situasi dan keamanan Aceh tetap kondusif,” pungkas Kombes Pol Goenawan. (dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help