SerambiIndonesia/

Selamat! Aceh Sabet 2 Kategori World Halal Tourism Award 2016

Pengumuman juara itu dilansir melalui website resmi http://itwabudhabi.com/halal-awards/2016-winners.html pukul 21.30 WIB, Rabu, 7 Desember 2016.

Selamat! Aceh Sabet 2 Kategori World Halal Tourism Award 2016
Disbudpar Aceh

Laporan Nurul Hayati | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Indonesia juara!

Setidaknya potret itu diwakili oleh Wisata Halal Indonesia yang sukses menyapu bersih 12 kategori dari 16 yang dipertarungkan dalam World Halal Tourism Award (WHAT) 2016 di Abu Dhabi, UEA, 24 Oktober-25 November 2016.

Pengumuman juara itu dilansir melalui website resmi http://itwabudhabi.com/halal-awards/2016-winners.html pukul 21.30 WIB, Rabu, 7 Desember 2016.

Ada pun yang membuat dramatis di WHTA2016 ini, Indonesia menyabet 12 dari 16 kategori dan didapuk menjadi juara umum.

Capaian yang luar biasa dan tinggal menyisakan 4 kategori yang memang Indonesia tidak mengirimkan jagoannya.

Aceh yang menjadi salah satu perwakilan berhasil menyabet dua kategori yaitu world's best airport for halal travellers, Sultan Iskandar Muda dan world's best halal cultural destination.

Jawara lainnya yaitu, World's Best Airline for Halal Travellers (Garuda Indonesia), World's Best Family Friendly Hotel (The Rhadana Hotel, Kuta, Bali), World's Most Luxurious Family Friendly Hotel (Trans Luxury Hotel, Bandung), World's Best Halal Beach Resort (Novotel Lombok Resort & Villas, Lombok, Nusat Tenggara Barat).

Kemudian, World's Best Halal Tour Operator Ero Tour, Sumatra Barat), World's Best Halal Tourism Website (www.wonderfullomboksumbawa.com), World's Best Halal Honeymoon Destination (Sembalun Village Region, Lombok, Nusa Tenggara Barat), World's Best Haji & Umrah Operator (ESQ Tours & Travel, Jakarta), World's Best Halal Destination (Sumatra Barat), dan World's Best Halal Culinary Destination (Sumatra Barat).

Di putaran pertama, 24 Oktober sampai 7 November 2016, Malaysia sempat unggul di 4 kategori inti, yang diperebutkan dengan Lombok, Aceh dan Sumatra Barat, tiga kawasan yang positioningnya sudah ditetapkan focus ke wisata halal.

Yakni, World's Best Halal Destination, World's Best Halal Honeymoon, World's Best Halal Hotel dan World's Best Halal Culinery.

Tetapi di putaran kedua, 7 November-24 November 2016, Menpar Arief Yahya mengerahkan semua network-nya untuk membantu nge-vote.

"Ini dramatic! Malaysia dan Turki itu legenda di Wisata Halal Dunia. Dari waktu ke waktu, ya dua negara ini yang menonjol. Dua tahun ini 2015 dan 2016, kita ambil alih!" ungkap Menpar Arief Yahya dalam pers rilis.

Dipaparkannya, Indonesia menyalip di tikungan akhir.

Menurutnya ini semakin mempertegas bahwa Indonesia itu solid.

Voters Merah Putih itu kompak, netizen juga punya spirit nasionalisme yang tinggi sehingga keluar menjadi pemenang.

Ini membuktikan bahwa bangsa ini hebat dan vote tanpa melihat dari mana berasal atau mewakili siapa, yang penting Merah Putih menang dan menjadi kebanggaan negeri ini.

Kedua, label world's best halal itu mendongkrak level 3C, confidence (percaya diri), credible (semakin dipercaya orang), dan calibration (mendekatkan pada standar global).

"Ketiga, prestasi dunia ini juga sebagai menjadi pelipur lara, bagi sebagian warga Aceh yang sedang terkena musibah gempa yang mana Aceh mendapat dua penghargaan sekaligus. Semoga tetap tabah dan cepat recovery, bagi yang sedang terkena musibah," imbuhnya.

Ia mengucapkan selamat buat para pemenang dan menghaturkan terima kasih kepada para voters dan seluruh endorser yang mengajak followers nya untuk vote #MenangkanIndonesia melalui e-voting.

Juga Ketua Tim Percepatan Wisata Halal Riyanto Sofyan, segenap Tim Pemenangan World Halal Tourism Award 2016 dan seluruh relawan.

Kepala Dinas Kebuadayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Aceh, Reza Fahlevi menuturkan hal senada.

"Syukur alhamdulillah, terima kasih kepada semuanya, khususnya para voters yg telah bahu membahu meraih kemenangan ini. Ini kemenangan kita bersama, kemenangan seluruh masyarakat Aceh," ucap Reza Fahlevi melalui pesan singkat WhatsApp.

Ia menambahkan pencapaian tersebut bukan akhir, namun merupakan tugas panjang guna mewujudkan Aceh sebagai best halal culture destinations.

Seperti diketahui, pemerintah Aceh sedang gencar-gencarnya menggalakkan sertifikasi halal bagi para pelaku wisata.

Labelisasi halal itu ditujukan bagi pelaku usaha restoran, produk, hotel, dan agen travel.

Hal itu guna menyiapkan pariwisata Aceh yang berstandar global.

Selamat kepada para pemenang.

Salam wonderful Indonesia. (*)

Penulis: Nurul Hayati
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help