507 Rumah Rusak di Samalanga

Data sementara yang masuk ke Posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen, jumlah rumah

507 Rumah Rusak di Samalanga

* Data Sementara yang Masuk ke BPBD Bireuen

* 35 Korban Gempa Masih Dirawat di RSUD dr Fauziah

BIREUEN - Data sementara yang masuk ke Posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen, jumlah rumah rusak akibat gempa 7 Desember 2016 di Kecamatan Samalanga, hingga Senin (12/12), mencapai 507 unit. Selain rumah, banyak juga toko, sarana ibadah, sarana pendidikan dan kesehatan yang rusak.

“Hingga siang (kemarin) masih banyak warga yang melapor ke Posko BPBD di depan Kantor Camat Samalanga. Mereka melaporkan rumah rusak. Selain rumah, banyak juga toko, sarana ibadah, sarana pendidikan dan kesehatan yang rusak,” ujar Kepala BPBD Bireuen, Farhan Husein kepada Serambi, Senin (12/12).

Data sementara itu, kata Fahan, diperoleh berdasarkan hasil kerja tim di lapangan, dan berdasarkan laporan perangkat desa dan warga ke posko. Ia menambahkan, setiap hendak melapor, sebaiknya warga melampirkan foto kerusakan walau sekecil apapun, agar bisa dikelompokkan menurut tingkat kerusakan.

Sementara itu, hingga kemarin, 35 korban gempa Pidie Jaya (Pijay) dan Bireuen, masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Fauziah Bireuen. Pantauan Serambi, ada korban yang masih terbalut perban di kaki dan tangannya. Ada juga yang harus diperban di mata dan di beberapa bagian tubuh lainnya karena terluka.

Direktur RSUD dr Fauziah Bireuen, dr Mukhtar MARS menyebutkan, korban gempa yang dirawat di RS tersebut rata-rata mengalami patah kaki dan patah tangan serta luka-luka berat. Dari 52 korban gempa yang sempat dirawat di rumah sakit itu, dua orang meninggal dunia.

Seorang meninggal beberapa saat setelah dirawat, atau pada hari gempa terjadi. Seorang lagi saat hendak dirujuk ke RSUZA Banda Aceh, Jumat (9/12) malam. “Hingga hari ini (kemarin-red) masih tersisa 35 korban yang dirawat. Sedangkan 15 orang lainnya sudah bisa pulang, tapi masih harus rawat jalan,” kata dr Mukhtar.

Korban gempa yang meninggal dalam perjalanan saat dirujuk ke RSUZA Banda Aceh adalah Samsul Bahri (26), warga Pantonlabu, Aceh Utara. Ia sempat dirawat di RSUD dr Fauziah selama dua hari. Ia meninggal karena mengalami patah tulang pinggul dan luka berat.

Informasi yang dihimpun Serambi, Samsul Bahri semasa hidupnya bekerja di toko bangunan di Meureudu, Pidie Jaya. Saat gempa, ia tidur di toko tersebut. Korban tertimpa reruntuhan bangunan. Jenazahnya almarhum sudah dikebumikan di kampungnya di Pantonlabu, Aceh Utara.

Aktivitas pengajian di Dayah Mudi Mesra, Samalanga, Bireuen, yang terhenti sejak 7 Desember 2016, Senin (12/12) malam dimulai lagi seperti biasanya. Wakil Kepala Bagian Pengajian, Tgk Mazani mengatakan, pascagempa ada sekitar 300 lebih santri dijemput keluarganya, dan saat ini sebagian besar sudah kembali ke dayah.

Sementara itu, proses pemulihan akibat gempa dilakukan sejak hari pertama hingga saat ini dengan pembersihan sisa-sisa reruntuhan bangunan yang dibantu anggota TNI dan relawan. Pengajian sudah bisa dimulai lagi karena tidak ada tempat pengajian yang rusak, begitu juga asrama putra dan putri.

Kerusakan parah hanya pada kubah Masjid Po Teumeureuhom di kompleks dayah, dan gedung induk kampus Institut Agama Islam (IAI) Al Aziziyah. Saat ini, gedung yang ambruk tersebut sedang dirobohkan dan dibersihkan. Untuk sementara ruang belajar di gunakan ruang lainnya. Sementara shalat masih bisa dilaksanakan di masjid, walaupun rusak. (yus/c38)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved