SerambiIndonesia/

Gempa Pidie Jaya

Satgas Cermati Lonjakan Pengungsi

Hingga Senin (12/12) atau hari keenam masa tanggap darurat bencana gempa Pidie Jaya (Pijay), pengungsi

Satgas Cermati Lonjakan Pengungsi
Anak-anak antrean untuk mengambil nasi Maulid yang di sediakan di tempat pengungsian Masjid Jami’ Al –Istiqamah, Pidie Jaya, Aceh, Senin (12/12). SERAMBI/BUDI FATRIA 

* Terkait Penanganan Korban Gempa Pijay

MEUREUDU - Hingga Senin (12/12) atau hari keenam masa tanggap darurat bencana gempa Pidie Jaya (Pijay), pengungsi dilaporkan terus meningkat bahkan telah mencapai 83.838 orang yang tersebar di 124 titik pengungsian. Satgas Tanggap Darurat Gempa Pijay mencermati secara khusus kondisi itu dan akan melakukan langkah-langkah penanganan untuk menghindari agar jumlah pengungsi tidak terus bertambah.

“Data pengungsi yang terus melonjak harus dicermati. Kami akan mengambil sikap penanganan selanjutnya seperti penyaluran logistik langsung ke desa masing-masing sesuai dengan jumlah jiwa dari kepala keluarga,” kata Wakil Bupati Pidie Jaya, Said Mulyadi selaku Komandan Satgas Tanggap Darurat Bencana Gempa Pijay.

Dalam keterangannya di Posko Utama Tanggap Darurat Bencana Gempa Pijay di Meureudu, Said Mulyadi merincikan, jumlah pengungsi 83.838 orang tersebar di 124 titik. Pengungsi berasal dari Pidie Jaya 82.122 orang (120 titik) dan 1.716 orang dari Kabupaten Bireuen (4 titik).

Distribusi 82.122 orang pengungsi di Pidie Jaya adalah Kecamatan Meureudu 13.965 orang, Meurah Dua 11.391, Trianggadeng 18.512, Bandar Baru 14.209, Pante Raja 8.153, Bandar Dua 3.170, Ulim 9.763, dan Jangka Buaya 2.959 orang. Sedangkan 1.716 orang pengungsi di Bireuen tersebar di Matang Meunasah Blang 1.100 orang, Masjid Matang Jareung 13, Masjid Alghamamah 405, dan Masjid Kandang 198 orang.

Kerusakan fisik akibat gempa meliputi rumah 11.668 unit, masjid 61 unit, meunasah 94 unit, ruko 161 unit, kantor pemerintahan 10 unit, fasilitas pendidikan 16 unit, dan lainnya.

Data terkait kerusakan infrasturktur, rumah, ruko, fasilitas umum (kantor pemerintah, pendidikan, masjid, dan lain-lain), menurut Said Mulyadi belum diterima dengan sempurna. “Camat telah diperintahkan untuk menyampaikan data sementara, seperti data kerusakan rumah diperlukan terkait dengan rencana pemerintah memberikan bantuan stimulan nantinya,” demikian Said Mulyadi.

Sekolah dimulai
Kadis Pendidikan Pidie Jaya, Saiful Rasyid MPd kepada Serambi mengatakan, pihaknya telah menginstruksikan agar mulai hari ini, Selasa (13/12) proses belajar mengajar diaktifkan lagi.

Di hari pertama masuk sekolah, guru bersama siswa juga dilibatkan relawan untuk membersihkan puing-puing bangunan yang belum selesai dibersihkan. Buku bacaan dan komputer yang masih bisa digunakan harus diselamatkan.

“Untuk SD dan SMP aktivitas belajar mengajar sudah bisa dilaksanakan jika memang kondisi mengizinkan,” katanya.

Hingga kemarin, lanjut Saiful beberapa sekolah sudah dipasangi tenda untuk proses belajar mengajar. Tapi, pihak Disdik Pidie Jaya belum menerima informasi dari kepala sekolah mengenai bantuan tenda tersebut. “Yang saya dapat informasi dua tenda untuk aktivitas belajar mengajar telah dipasang di halaman SMK Bandar Dua,” ujar Saiful.(naz/nas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help