Kebanyakan Permintaan Cerai Datang dari Pihak Istri

Efek perceraian pada mantan suami istri biasanya terus tinggal dalam pikiran dan tidak mudah untuk dilupakan.

Kebanyakan Permintaan Cerai Datang dari Pihak Istri
Shutterstock
ilustrasi 

SERAMBINEWS.COM - Tidak ada orang yang menginginkan rumahtangga karam di tengah jalan dan berujung pada perceraian.

Namun, bertahan dalam pernikahan yang tidak membahagiakan dan hanya membuat Anda tersiksa memendam perasaan negatif setiap hari, tentunya tidak baik untuk kehidupan dan kesehatan Anda.

Efek perceraian pada mantan suami istri biasanya terus tinggal dalam pikiran dan tidak mudah untuk dilupakan.

Lalu, efek lebih buruk terjadi pada anak-anak dari pasangan suami istri yang bercerai.

Sebuah riset yang dilakukan oleh Stanford Univeristy mengungkapkan bahwa inisiatif perceraian paling sering datang dari pihak istri.

Lebih kurang 69 persen perceraian yang terjadi di dunia diajukan oleh wanita.

Kemudian, berdasarkan data dari 2014 American Community Survey menyebutkan bahwa wanita yang bekerja di usia 30 tahunan hanya dua persen yang gagal dalam pernikahan.

Namun, tingkat perceraian lebih tinggi terjadi pada karyawan wanita yang telah berusia 50 tahunan.

Komunikasi, menurut hasil riset, masih menjadi alasan dan penyebab perceraian antara suami dan istri.

Oleh karena itu, pasangan suami istri disarankan untuk memiliki niat berkembang bersama, seperti misalnya sering pergi liburan, menjalani hobi bersama, dan memiliki niat untuk membesarkan anak dalam kondisi keluarga yang harmonis.

Editor: Fatimah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved