Tafakur

Menafkahi Keluarga

Tidaklah engkau menafkahi keluargamu yang dengannya kamu mengharapkan wajah Allah, maka perbuatanmu

Menafkahi Keluarga

Oleh Jarjani Usman

“Tidaklah engkau menafkahi keluargamu yang dengannya kamu mengharapkan wajah Allah, maka perbuatanmu itu akan diberikan pahala oleh Allah, bahkan sesuap makanan yang engkau letakkan di mulut isterimu” (HR. Al Bukhari & Muslim).

Kalau disertai dengan keikhlasan berbuat karena Allah, pahala bisa diperoleh dari mana saja setiap saat. Tak terkecuali bekerja untuk kepentingan sendiri, seperti menafkahi keluarga. Ini di antara pertanda kemaha-pemurahan dari Allah dalam menghargai kerja hamba-hamba-Nya.

Padahal bekerja untuk memenuhi kebutuhan diri, anak dan isteri, diberikan pahala atau tidak, memang harus dilakukan setiap hari. Karena itu, tak sepantasnya bermalas-malasan atau mengeluh keletihan saat bekerja di jalur yang halal. Keletihan akan segera pulih, sedangkan pahalanya akan tetap dan bahkan terus bertambah.

Sepatutnya, orang-orang yang terlanjur mencari nafkah dengan cara yang haram atau mencampur-adukkan yang halal dan yang haram, berhenti berbuat demikian. Di samping memperoleh dosa, juga hilang kesempatan memperoleh pahala dari bekerja mencari nafkah.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved