Bea Cukai Musnahkan Alat Bantu Seks Ilegal, Pesanan Siapa Ya?

Selain 25 alat bantu seks bagi pria dan wanita itu yang dimusnahkan dengan cara dibakar, Bea Cukai bersama instansi terkait, juga memusnahkan rokok

Bea Cukai Musnahkan Alat Bantu Seks Ilegal, Pesanan Siapa Ya?
KOMPAS.COM

Laporan Misran Asri | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Petugas Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kanwil DJBC) Aceh menyita dan memusnahkan sebanyak 25 buah sex toys (alat bantu seks), barang kiriman dari luar negeri melalui kantor pos.

Barang ilegal yang tidak dilengkapi prosedur yang berlaku serta melanggar ketentuan kepabeanan dan cukai itu, dimusnahkan dengan cara dibakar di halaman Kanwil DJBC Aceh, Rabu (21/12) pagi.

Selain 25 alat bantu seks bagi pria dan wanita itu yang dimusnahkan dengan cara dibakar, Bea Cukai bersama instansi terkait, juga memusnahkan rokok ilegal 124.327 batang, pakaian bekas serta obat-obatan hasil tangkapan di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blangbintang, Aceh Besar.

Lalu handphone rusak sebanyak 49 unit dan casing hp 89 unit dimusnahkan dengan cara dihancurkan menggunakan palu. Begitu juga halnya dengan satu unit senjata air softgun, kiriman dari luar negeri dari kantor pos itu dimusnahkan dengan cara dipotong menggunakan chopsaw (mesin pemotong besi).

Sementara sebanyak 27,55 ton atau sekitar 551 sak gula pasir dan dan 5,2 ton (208 sak) beras ketan yang sudah tidak layak kosumsi dimusnahkan dengan cara ditimbun di lokasi tempat pembuangan akhir (TPA) Gampong Jawa, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh, di hari yang sama.

Kakanwil DJBC Aceh, Rusman Hadi, dalam konferensi pers di Kanwil DJBC yang ikut dihadiri oleh Danlanud Kolonel Pnb Suliono, dari Lanal, Kejaksaan, Kepolisian, Pelabuhan Ulee Lheue, serta instansi lainnya, menjelaskan selama Januari hingga Desember 2016, Bea Cukai Aceh telah melakukan 176 penindakan.

"Penindakan atas pelanggaran ketentuan kepabeanan dan cukai itu, potensi kerugian negara sebesar Rp 4,8 miliar," sebutnya.

Ia merincikan nilai kerugian negara Rp 4,8 miliar selama medio Januari sampai Desember itu, mulai gula, beras, bawang, narkotika, rokok Hp dan aksesorisnya, obat-obatan, minumal alkohol, senjata air softgun, baju bekas, dan 25 sex toys serta barang ilegal lainnya, demikian Kakanwil DJBC.

Sementara informasi yang diperoleh serambinews.com berkaitan dengan kepemilikan dan calon penerima sex toys itu diketahui persis oleh petugas bea dan cukai.

Namun, siapa saja para pemesan sek toys dari luar negeri itu tidak diungkapkan gamblann oleh petugas.

Karena, penyitaan sek toys yang terdata sebagai barang kiriman dari luar negeri melalui pengiriman kantor pos itu diduga tidak diketahui jelas oleh pemesannya bahwa barang itu telah melanggar ketentuan kepabeanan dan cukai.

"Jelas kita mengetahui siapa pemesannya. Tapi, hanya barangnya yang kita sita," demikian kata seorang petugas Bea Cukai Aceh.

Penulis: Misran Asri
Editor: Amirullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved