Salam

Tahun Baru tidak Boleh Macam-macam

Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Banda Aceh melarang masyarakat daerah ini

Tahun Baru tidak Boleh Macam-macam

Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Banda Aceh melarang masyarakat daerah ini mengadakan acara apapun yang dikaitkan dengan pergantian tahun baru Masehi dari 2016 ke tahun 2017. Dalam seruan bersama itu dikatakan, kegiatan yang berbungkus nuansa agama, seperti zikir maupun yasinan, tausiyah, dan lain-lain termasuk yang tidak diperbolehkan. “Perayaan malam tahun baru itu bukan budaya kita,” kata Forkopimda.

Pedagang dan pemilik usaha diminta menutup semua tempat usaha di Kota Banda Aceh mulai pukul 23.00 WIB hingga pagi. Imbauan itu pun mengajak umat memperkokoh persatuan dan kesatuan, menguatkan perdamaian, serta memelihara keamanan dan ketertiban di dalam kehidupan masyarakat.

Singkatnya, Forkopimda mengajak masyarakat, khususnya kaum muda untuk membiarkan pergantian tahun itu berlalu begitu saja dalam suasana sepi dan damai. Tak boleh ada bunyi terompet, pembakaran mercon, kembang api. Tak boleh ada kebut-kebutan kendaraan berknalpot blong. Tak boleh ada old and new year party di hotel-hotel, tempat-tempat wisata, dan lain-lain.

Pelarangan itu tentu bukan khas Aceh. Satu media online mencatat, daerah-daerah atau negara-negara yang muslimnya kuat banyak yang menerapkan itu. Bahkan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, juga melarang perayaan tahun baru karena masih memegang erat budaya dan agama Islam. Pemerintah Kabupaten Agam sejak lama sudah mengeluarkan surat perintah agar objek wisata ditutup setiap pergantian tahun.

Lalu, Sultan Brunei Darussalam melarang perayaan natal dan tahun baru sebagai bagian dari hukum syariat Islam yang telah menjadi hukum resmi di negara tersebut.

Warga nonmuslim, diperbolehkan merayakan natal dan tahun baru secara terbatas bagi komunitas mereka sendiri. Jika ada yang kedapatan mengorganisir perayaan natal akan dihukum penjara.

Pemerintah Somalia juga secara keras melarang peringatan itu. “Semua even berkaitan dengan Natal dan perayaan tahun baru bertentangan dengan kebudayaan Islam, dan ini akan merusak akidah masyarakat muslim. Tidak boleh ada perayaan sama sekali, tahun ini,” kata pejabat pemerintah di sana.

Pemerintah negara pecahan Uni Soviet, Tajikistan, pun melarang perayaan natal dan tahun baru, termasuk mendirikan pohon natal baik yang asli ataupun buatan di tempat-tempat umum, sekolah, dan kampus.

Negara Arab Saudi sudah lama memberlakukan larangan tersebut termasuk peringatan valentine setiap yang dirayakan setiap bulan Februari. Toko-toko juga dilarang menjual pernak-pernik berkaitan dengan peringatan itu.

Jadi, larangan peringatan pergantian tahun, valentine day, dan lainnya bukanlah sesuatu yang mengada-ada. Jangan dinilai aneh. Semua ada dasar atau alasannya.

Namun, yang paling penting adalah setiap pergantian tahun anggaran kita berharap selalu ada yang lebih baik tahun berikutnya. Misal, kalau tahun lalu pengesahan APBA terlambat sampai berbulan-bulan, maka tahun 2017 hendaknya jangan begitu lagi. Jika tahun lalu banyak beasiswa terlambat disalurkan, maka tahun ini harus tepat waktu. Jika tahun lalu banyak kasus korupsi tak tersentuh hukum maka tahun ini harus ada yang sampai ke pengadilan. Jika tahun lalu banyak proyek terlambat bahkan mungkin fiktif, maka tahun 2017 ini harus realistis.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved