Serambi MIHRAB
Ini Masjid Percontohan Nasional
MASYARAKAT Keude Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, patut bersyukur dengan kinerja panitia Masjid Besar Bujang Salim
MASYARAKAT Keude Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, patut bersyukur dengan kinerja panitia Masjid Besar Bujang Salim. Kerja keras dan keikhlasan pengurus serta masyarakat setempat, mengantarkan masjid ini meraih juara satu lomba masjid percontohan kategori Ri’ayah (pembangunan/pemeliharaan) tingkat nasional yang digelar Kementerian Agama (Kemenag) RI. Bagaimana prosesnya? Berikut liputan wartawan Harian Serambi Indonesia, Jafaruddin.
Pada awal 2016, Masjid Besar Bujang Salim terpilih menjadi masjid besar percontohan di Aceh. Jadilah masjid ini mewakili Aceh untuk mengikuti lomba masjid tingkat nasional yang diadakan Kementerian Agama RI melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam.
Proses penilaian diawali dengan verifikasi oleh tim Kemenag RI pada September 2016. Tim yang turun langsung ke lokasi masjid ini, menilai idarah (manajemen), imarah (kemakmurah/peribadatan), dan ri’ayah. Aspek penilaian bukan hanya dalam bentuk fisik, tapi juga sarana dan kegiatan di masjid.
Hasil verifikasi lapangan ini diperiksa kembali dalam sidang yang melibatkan Dewan Majelis Indonesia (DMI), Majelis Ulama Indonesia (MUI), panitia lomba, serta organisasi masyarakat Islam. Pada 13 Desember 2016, Kabid Imarah Bujang Salim Tgk M Katsir Syamsyuddin memenuhi undangan panitia untuk mempresentasikan profil masjid tersebut di hadapan para guru besar dari berbagai universitas dan unsur lainnya, yang menjadi dewan juri, di Lumire Hotel Pasar Senen, Jakarta Pusat.
Setelah melewati proses panjang dan perbandingan dengan masjid-masjid lain dari seluruh Indonesia, dewan juri sepakat menetapkan Masjid Besar Bujang Salim sebagai juara satu masjid percontohan untuk kategori Ri’ayah (pembangunan/pemeliharaan). Sementara juara diraih oleh Masjid Asmaul Husna Banten dan juara tiga Masjid Baitul Makmur, Kepulauan Riau.
Tropi dan piagam penghargaan yang diteken Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin, diserahkan Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI, Prof Dr Muhammadiyah Amin. Tropi itu diterima Ketua Badan Kesejahteraan Masjid Besar Bujang Salim Tgk Jalaluddin Ibrahim, didampingi Tgk M Katsir Syamsyuddin dan Kasi Kemasjidan Kantor Wilayah Kemenag Aceh Rizal Mulyadi MA, di Lumire Hotel, Jakarta.
Selain tiga masjid tersebut, juga diberikan piagam penghargaan kepada 9 masjid lain di Indonesia dalam kategori percontohan iradah, imarah, dan paripurna. “Alhamdulillah atas kerja keras semua pihak, Bujang Salim mampu mengharumkan nama Aceh di tingkat nasional. Ada dua hal penting yang tidak dimiliki masjid lain, selain radio, Bujang Salim juga memiliki Aula,” pungkas Tgk Katsir.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/mesjid-bujang-salim_20161230_141356.jpg)