Sentuhan Baru Etnik Modern di Taman Putro Phang, Cocok Buat Kamu Berburu Foto

Berlokasi di jantung Kota Banda Aceh, wisata haritage ini layak masuk dalam agenda city tour kamu.

Sentuhan Baru Etnik Modern di Taman Putro Phang, Cocok Buat Kamu Berburu Foto
SERAMBINEWS.COM/NURUL HAYATI
Kemolekan pinto khop di tengah taman membayang di permukaan Krueng Daroy yang membelah Kompleks Bustanulsalatin. 

Laporan Nurul Hayati | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Taman Putro Phang semakin bersolek.

Kemolekan pinto khop di tengah taman membayang di permukaan Krueng Daroy yang membelah Kompleks Bustanulsalatin.

Kompleks Bustanulsalatin merupakan taman raja-raja kesultanan Aceh tempo dulu.

Krueng Daroy yang merupakan kanal buatan membelah Kompleks Bustanulsatin yang terdiri atas Taman Putro Phang, Taman Ghairah (Taman Sari), dan Gunongan.

Taman Ghairah (Taman Sari) berlokasi di sisi Jalan Abdullah Anjung Rimba, sementara Taman Putro Phang di Jalan Nyak Adam Kamil, dan Gunongan di sisi Jalan Teuku Umar.

Ketiganya merupakan satu kawasan dan masuk dalam situs cagar budaya.

Berlokasi di jantung Kota Banda Aceh, wisata haritage ini layak masuk dalam agenda city tour kamu.

Taman Putro Phang sendiri semakin bersolek dengan keberadaan sebuah selasar yang banyak mencuri perhatian fotogarger.

Selasar sepanjang sekitar 100 meter ini tak ubahnya ‘runway’ bagi para model lokal atau mereka penggemar fotografi.

Tak heran, selasar yang diapit tiang-tiang penyangga berupa batu alam dan ukiran motif pintu Aceh dalam balutan warna kuning menyala terlihat ‘eye catching’.

Selasar itu beratapkan semburat warna ungu dalam motif bangun ruang persegi empat.

Keseluruhannya terlihat artistik dalam perpaduan langgam etnik modern.

Membuatnya terlihat ‘hidup’ sebagai latar foto.

Taman Putroe Phang


“Taman Putro Phang menjadi tempat bagi Pewarta Foto Indonesia (PFI) Aceh berkantor. Karena keindahannya, para pasangan juga kerap mengabadikan foto pre wedding nya di sini. Sementara ketika akhir pekan tiba, komunitas anak muda di kota ini menggelar atraksi seni dan terbuka untuk umum,” ujar pewarta foto senior Aceh, Bedu Saini.

Selain selasar dan pinto khop yang menjadi jalan masuk menuju pemandian keluarga raja, terdapat juga jembatan gantung.

Keduanya berdiri anggun dalam balutan warna putih bersih.

Lengkap dengan bangku-bangku taman yang bernaung di bawah teduhnya pepohonan yang menyejukkan mata sekaligus membuat betah.

Taman Putroe Phang2


Kepermaian membayang pada permukaan kanal yang ditingkap gemerisik angin dari rumpun bambu yang memeluk bibir kanal.

Hingga kini taman warisan raja diraja Aceh itu kondisinya terpelihara dengan baik.

Tak heran, jika tempat ini menjadi tongkrongan favorit kawula muda dan sejarahnya menarik minat wisatawan menyambanginya. (*)

Penulis: Nurul Hayati
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help