Harga BBM Nonsubsidi Naik Rp 300/Liter
PT Pertamina (Persero) menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi masing-masing Rp 300/liter
* Premium dan Solar Tetap
BANDA ACEH - PT Pertamina (Persero) menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi masing-masing Rp 300/liter, yaitu Pertamax, Pertamax Plus, Pertamina Dex, dan Pertalite mulai kemarin, Kamis, 5 Januari 2017 pukul 00.00 WIB. Kenaikan yang oleh Pertamina menyebut penyesuaian harga ini karena harga minyak mentah dunia naik.
Area Manager Communication and Relations PT Pertamina Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Fitri Erika dalam siaran pers kepada Serambi kemarin, menyebutkan rincian harga masing-masing BBM nonsubsidi itu untuk wilayah Aceh.
“Penetapan harga BBM jenis Pertamax, Pertamax Plus, Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Pertalite merupakan kebijakan korporasi Pertamina di mana review dilakukan secara berkala,” kata Fitri Erika lewat siaran pers kepada Serambi kemarin.
Sedangkan BBM disubsidi, yaitu Premium dan Solar tak ada kenaikan harga. Sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 4 Tahun 2015 dan Keputusan Menteri ESDM Nomor 5976 k/12/mem/2016 tanggal 27 Juni 2016, harga Premium tetap Rp 6.450/liter dan Solar Rp 5.150/liter
“Apabila ada keluhan dan informasi terhadap layanan dan harga produk Pertamina, dapat menghubungi nomor kontak Pertamina 1 500 000 didahului dengan kode wilayah atau dapat membuka website www.pertamina.com,” demikian Fitri Erika.
Kenaikan harga BBM dan listrik dinilai dapat mengerek inflasi pada tahun ini yang diperkirakan mencapai 3,8 persen hingga akhir 2017.
“Tantangan ke depan ini, tekanan inflasi berasal dari administered price seperti penyesuaian harga bahan bakar minyak dan listrik,” kata Ekonom Bahana Securities Fakhrul Fulvian, Jakarta, Kamis (5/1).
Menurut Fakhrul, peran pemerintah untuk membenahi sisi suplai menjadi sangat penting, misalnya dengan membenahi jalur distribusi diharapkan bisa meminimalisasi dampak kenaikan harga BBM dan listrik.
“Bahana memperkirakan inflasi pada akhir tahun ini bisa naik menjadi 3,8 persen, dengan adanya kenaikan harga BBM dan listrik,” ucap Fakhrul.
Seperti diketahui, selain harga BBM nonsubsidi sudah naik, pemerintah juga berencana mencabut subsidi untuk pelanggan 990 VA yang jumlahnya diperkirakan mencapai 18,8 juta pelanggan. Hal ini akan dilakukan secara bertahap tiga kali.
Tercatat, BPS mencatat indeks harga konsumen sebesar 0,42 persen secara bulanan pada Desember lalu, sehingga akumulasi inflasi Indonesia Januari-Desember mencapai 3,02 persen secara tahunan dan inflasi inti sepanjang Januari-Desember tercatat sebesar 3,07 persen secara tahunan. (una/rel)/tribunnews.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pengisian-bahan-bakar-umum-spbu-gampong-mulia_20160106_094729.jpg)