Siapa Hamza, Anak Osama yang Kini Diburu Amerika Serikat?

Ia dikatakan menyiapkan aksi balas dendam atas kematian ayahnya. Siapa Hamza dan bagaimana dinas rahasia Amerika

Siapa Hamza, Anak Osama yang Kini Diburu Amerika Serikat?
AFP PHOTO
Hamza bin Laden diperkirakan lahir di Jeddah, Arab Saudi, pada 1989. 

SERAMBINEWS.COM - Pemerintah Amerika Serikat memasukkan anak laki-laki termuda Osama bin Laden, Hamza, ke dalam daftar teroris, hari Kamis (05/01).

AS memasukkan Hamza ke dalam daftar global teroris dan membekukan semua aset yang mungkin ia miliki di kawasan-kawasan yang masuk yurisdiksi Amerika dilansir dari bbc.com.

Kementerian Luar Negeri di Washington menjelaskan bahwa Hamza, yang kadang juga ditulis Hamzah, saat ini berusia 20 tahunan dan makin aktif memimpin jaringan Al Qaida, organisasi yang didirikan sang ayah.

Ia dikatakan menyiapkan aksi balas dendam atas kematian ayahnya. Siapa Hamza dan bagaimana dinas rahasia Amerika menelusuri jejaknya?

Sosok Hamza makin terang setelah pasukan khusus AS menggelar operasi di rumah persembunyian Osama bin Laden di Abbottabad, Pakistan, awal Mei 2012. Selain menewaskan Bin Laden, operasi ini juga menemukan berbagai dokumen, termasuk di antaranya surat-surat dari Hamza untuk ayahnya.

Dari berbagai surat dan dokumen ini para analis CIA menyimpulkan bahwa pada suatu rentang masa, Bin Laden tak bertemu Hamza selama delapan tahun.

Dari persembunyiannya di Pakistan, Bin Laden diyakini sudah mengatur secara rinci 'jalur dan pelatihan' untuk menjadikan Hamza 'sebagai tokoh penting' Al Qaida, yang pada akhirnya akan menjadi pemimpin kelompok ini.

Ketika rencana ini dimatangkan Hamza menjalani tahanan rumah di Teheran, Iran. Beberapa anggota keluarga besar Bin Laden melarikan diri ke Iran setelah invasi AS ke Afghanistan.

'Lahir dari kawah besi'

Dokumen yang didapat CIA dan diperlihatkan kepada wartawan kantor berita AFP menyebutkan bahwa Hamza menyebut dirinya 'lahir dari kawah besi' dan siap untuk 'meraih kemenangan atau mati sebagai martir'.

Halaman
123
Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved