Anggaran Beasiswa Menurun, Mahasiswa Unimal Protes Pemda Aceh Utara
Saat ini, dalam RAPBK 2017 yang dibahas bersama DPRK Aceh Utara, beasiswa untuk santri dan mahasiswa hanya diplot masing-masing Rp 500 juta lebih.
SERAMBINEWS.COM - Mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal) memprotes Pemerintah Aceh Utara karena kecilnya anggaran beasiswa yang tercantum dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (RAPBK) kabupaten untuk santri dan mahasiswa semester akhir.
Saat ini, dalam RAPBK 2017 yang dibahas bersama DPRK Aceh Utara, beasiswa untuk santri dan mahasiswa hanya diplot masing-masing Rp 500 juta lebih. Padahal, tahun lalu, bantuan biaya pendidikan itu masing-masing Rp 1 miliar lebih.
“Data yang kami peroleh dari Majelis Pendidikan Daerah, proposal bantuan pendidikan untuk mahasiswa itu sebanyak 1.000 lebih, yang sudah terverifikasi 800 lebih dari mahasiswa Aceh Utara yang kuliah di Aceh dan luar Aceh,” sebut Plt Ketua BEM Unimal, Zahri Abdullah, Minggu (15/1/2017).
Dia mendesak agar Pemerintah Aceh Utara dan DPRK Aceh Utara menambah anggaran untuk beasiswa.
“Sangat memilukan untuk bantuan pendidikan diberi nominal begitu, sedangkan untuk beli mobil baru bupati dan wakil bupati saja ada dana Rp 1,5 miliar,” katanya.
Dia mendesak, anggaran untuk beasiswa ditambah.
“Jangan bilang pro kemajuan pendidikan jika untuk beasiswa mahasiswa dan santri hanya begitu angkanya,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Anggaran DPRK Aceh Utara, Tgk Junaidi menyebutkan, pihaknya telah mengembalikan RAPBK ke eksekutif.
“Kita minta rasionalkan. Kita beri waktu sampai Rabu ini agar dikembalikan lagi ke DPRK dan kita bahas bersama," katanya.
Sementara itu, Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang juga Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Aceh Utara, Abdul Aziz, hingga berita ini dikirimkan tidak bisa dikonfirmasi.
Dihubungi per telepon namun tidak diangkat, sedangkan dihubungi via pesan singkat dan Whatsapp tidak dijawab.