Berkhalwat, Warga Medan dan Kutacane Dicambuk di Gayo Lues  

Dicambuk masing-masing 7 kali ditempat umum tersebut yakni RA (21) agama Kristen Protestan warga keluharan Hevetia Medan Sumatera Utara,

Berkhalwat, Warga Medan dan Kutacane Dicambuk di Gayo Lues   
MENATAPACEH.COM/M ANSHAR
Ilustrasi 

Laporan Rasyidan | Gayo Lues

SERAMBINEWS.COM, BLANGKEJEREN - Sepasang pelaku khalwat dicambuk di halaman Masjid Agung As-shalihin Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues (Galus) asal Kutacane Aceh Tenggara (Agara) dan pasangannya tercatat warga Helvetia Medan Sumatera Utara.

Pelaku khalwat diuqubat cambuk bersama 21 pelaku maisir lainnya, Jumat (20/1/2017).

Amatan Serambinews,com, para pelaku khalwat dan maisir tersebut dicambuk sebanyak 187 kali oleh algojo secara bergiliran dan bergantian di bawah pengawalan ketat oleh petugas dari kepolisian dan petugas Satpol PP/WH.

Pelaku pelanggaran syariat yang dicambuk tersebut berjumlah 23 orang  yakni 21 orang pelaku maisir (judi).

Mereka yang ditangkap aparat kepolisian di dua tempat secara terpisah sebelumnya yaitu di desa Porang dan Kutelintang Blangkejeren.

Sedangkan 2 pelaku pelanggaran syariat lainnya yang dicambuk masing-masing 7 kali merupakan pelaku khalwat yaitu warga Helvetia Medan dan pasangan perempuannya warga Kutacane Aceh Tenggara yang sebelumnya ditangkap warga di dalam sebuah rumah di Desa Durin Blangkejeren.

Kejari Galus melalui JPU, Alamsyah Budin, kepada Serambinews.com mengatakan, dari 23 pelaku pelanggaran syariat islam yang dicambuk oleh algojo tersebut yaitu 21 pelaku maisir (judi) dan diantaranya 20 pelaku dicambuk 8 kali setelah dikurangi masa penahanan.

Sedangkan seorang pelaku maisir itu dicambuk 13 kali setelah dikurangi masa tahanan sebelumnya.

Selain itu lanjut JPU, 2 pelaku pelanggaran syariat islam lainnya berupa khalwat dicambuk masing-masing 7 kali ditempat umum tersebut yakni RA (21) agama Kristen Protestan warga keluharan Hevetia Medan Sumatera Utara, sedangkan pasangan perempuannya RSA (19) warga Kutacane Aceh Tenggara. (*)

Penulis: Rasidan
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved