Sidalupa, Kesenian Rakyat yang Kini Kembali Populer

UDARA terasa gerah di kawasan Suak Ujong Kalak, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat. Tiga pria dengan pakaian serba

Sidalupa, Kesenian Rakyat yang Kini Kembali Populer
PIMPINAN Layar Kaca Intervition, Maulana Akbar (kanan) bersama kru ketika mengambil klip penampilan sidalupa, penampilan rakyat setempat untuk pembuatan film dokumenter di Tugu Kupiah Teuku Umar Suak Ujong Kalak, Meulaboh, Sabtu (21/1). 

UDARA terasa gerah di kawasan Suak Ujong Kalak, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat. Tiga pria dengan pakaian serba hitam dibalut serabut pohon nira menarik perhatian sejumlah warga di lokasi monumen tugu kupiah Teuku Umar, pahlawan nasional asal Aceh.

Kehadiran tiga pria yang tergabung dalam Grup Sidalupa di kawasan tugu untuk pengambilan gambar sebuah film dokumenter. Grup Sidalupa adalah nama lain dari seni pertunjukan rakyat di Aceh Barat yang kerap tampil pada even-even kebudayaan. Sulaiman (52), satu di antara pemain Sidalupa ternyata sudah 18 tahun bergelut di dunia pertunjukan rakyat itu.

Ia mulai merintis karier sejak 1999 bergabung dengan Sanggar Burak Artis Geuntet Sidalupa dari Kecamatan Bubon Aceh Barat. Sulaiman menuturkan Sidalupa merupakan pertunjukan asal Aceh Barat yang sudah lama ada dan kini kembali dipopulerkan sebagai ikon budaya. “Apalagi penampilan Sidalupa menjadi daya tarik tersendiri bagi warga sebagai pertunjukan hiburan yang kerap diiringi suara serune kalee,” kata Sulaiman yang berasal dari Alue Lhok Kecamatan Bubon kepada Serambi kemarin. Sidalupa juga kerap dianggap sebuah cerita rakyat yang sangat populer di zamannya dan hingga kini masih terus dipertahankan menjadi pertunjukan seni budaya dan hiburan di Aceh Barat.

Sebutan Sidalupa menurut cerita berasal dari cerita rakyat yang mengisahkantentang dua orang anak yang diusir ayahnya karena tak mampu menjaga kerbaunya sehingga hilang. Kemudian sang ayah menyuruh kedua anaknya mencari kerbau itu hingga dapat. Namun beberapa waktu emudian kedua anak tersebut terpisah dan bertemu kembali setelah dewasa. Keduanya juga ditemukan dalam keadaan yang sudah ditumbuhi bulu. lalu keduanya disadarkan oleh seorang ulama hingga dikenali dengan panggilan Sidalupa.

“Anggota sanggar kami itu ada 12 orang. Kami sering tampil pada even-even kebudayaan hingga ke pulau Jawa,” kata Sulaiman didampingi T Zul Akli (59) dan Wali (20), keduanya juga pemain Sidalupa di Aceh Barat. Ketua Dewan Kesenian Aceh Barat, HT Ahmad Dadek menuturkan Sidalupa merupakan sebuah cerita rakyat dan menjadi tontonan menarik dan kerap tampil pada kegiatan kebudayaan di Aceh Barat. “Saat ini di Aceh Barat terdapat tiga lokasi sanggar Sidalupa yakni di Bubon, Woyla Barat, dan Woyla,” sebutnya.(rizwan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved