Gempa Pidie Jaya

PMI Pijay Ambil Alih Suplai Air Bersih untuk Korban Gempa

Pendistribusian dilakukan dengan menggunakan jasa 11 unit mobil tangki, dimana 10 unit diantaranya bantuan dari Sumatera Barat dan Sumatera Utara.

PMI Pijay Ambil Alih Suplai Air Bersih untuk Korban Gempa
IST
Logo PMI 

Laporan Abdullah Gani | Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Sejak hari pertama paska gempa bumi yang melanda Pidie Jaya hingga saat ini, suplai air bersih untuk masyarakat Pidie Jaya termasuk para korban ditangani Palang Merah Indonesia (PMI) setempat.

Pendistribusian dilakukan dengan menggunakan jasa 11 unit mobil tangki, dimana 10 unit diantaranya bantuan dari Sumatera Barat (Sumbar) serta dari Sumatera Utara (Sumut).

Upaya itu dilakukan karena suplai air dari sejumlah Perusahaan Air Minum Ibukota Kecamatan (PAM-IKK) mengalami kerusakan berat paska gempa bumi dan hingga kini masih menuai kendala besar.

Ketua PMI Pijay, Fakhruzzaman Hasballah SH kepada Serambinews.com mengatakan, dalam kurun waktu 1,5 bulan tercatat sudah sekitar 2.000.000 meter kubik (M3) air yang sudah disuplai untuk masyarakat.

Fakhruzzaman yang juga Wakil Ketua I DPRK Pijay mengaku, begitu mengetahui semua jaringan atau pipa PDAM mengalami kerusakan dan suplai air lumpuh total, pihaknya langsung mengupayakan agar persoalan yang sangat penting harus segera tuntas.

Sulit membayangkan bagaimana jika PMI tak segera turun tangan menangani kebutuhan air untuk warga termasuk korban gempa bumi.

Ditambahkan, dengan menggunakan 11 unit mobil tangki air disedot dari Krueng Jeulanga Mata Ie-Ulee Gle Kecamatan Bandardua dan setiap hari masing-masing mobil mengangkut tiga trip atau 15.000 liter (3 mobil x 5.000 liter/mobil).

Dengan demikian total yang disuplai per-hari mencapai 165.000 liter.

Ditanya kapan suplai air berakhir, Ketua PMI Pijay menyebutkan bahwa itu tidak bisa dipastikan. Yang jelas suplai air akan terus berlanjut hingga beberapa bulan mendatang atau tergantung kapan PDAM Krueng Meureudu kembali berfungsi.

Direktur PDAM Tirta Krueng Meureudu, Ir Syamsulbahri mengatakan, petugas PDAM terus bekerja di lapangan memperbaiki jaringan yang dinilai rusak.

Pada hari pertama setelah gempa, Syamsul mengaku langsung melaporkan persoalan tersebut kepada bupati dan wakil bupati tentang suplai air yang lumpuh total.

“Laporan juga disampaikan kepada Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR),” papar Syamsulbahri. (*)

Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved