Kedai BDG, Ajak Kamu Petualangan Rasa ke Tatar Sunda

Sementara di muka kedai, tulisan ‘wilujeng sumping’ atau yang bermakna selamat datang menyambut pengunjung.

Kedai BDG, Ajak Kamu Petualangan Rasa ke Tatar Sunda
SERAMBINEWS.COM/NURUL HAYATI

Laporan Nurul Hayati | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Mencicpi kuliner daerah menjadi hal ‘wajib’ jika kamu bertandang ke suatu tempat.

Sebaliknya bagi warga lokal, kuliner khas setempat tak hanya tentang citarasa, tapi juga tentang cerita di dalamnya.

Kedai BDG hadir menjawab keduanya.

Buat kamu penikmat kuliner Sunda, tempat yang beralamat di Jalan Sultan Iskandar Muda Desa Blang Oi Kecamatan Baiturrahman Banda Aceh ini bisa menjadi referensi kamu berpetualang rasa.

Sebaliknya buat kamu Sundanesse yang berdiam di ibukota provinsi Aceh tersebut, sajian Kedai BDG akan menuntaskan kerinduan akan kuliner kampung halaman.

Cocok buat kamu yang ingin bernostalgia rasa dengan aneka jajanan masa kecil yang legendaris.

“Saya emang suka makan dan masak, di sini suka kulineran tapi susah banget nyari makanan sunda. Dari situ jadi pengin buka usaha sendiri,” terang Owner Kedai BDG, Gina.

Kedai BDG
Kedai BDG


Mojang Bandung yang bersuamikan orang Aceh, Herdi yang sama-sama hobi masak ini lantas membuka kedai khusus yang menjual aneka jajanan.

Seblak, cilok, dan mie kocok Bandung menjadi menu andalan yang banyak digandungi pengunjung.

Adalagi kupat tahu, cireng, dan makanan berat seperti nasi kemangi.

Porsinya cukup mengenyangkan dengan citarasa unik di lidah.

Sebut saja saat Tribun Travel mencicipi nasi kemangi dan seblak ceker, Rabu (25/1/2017).

Pedas lada dan aroma sekaligus citarasa mint dari kemangi berpadu dengan butiran nasi yang berlaukkan potongan ayam tanpa tulang.

Sementara seblak ceker menyajikan ceker yang sudah demikian empuk dalam balutan asam pedas bumbu.

Endes.

Tidak perlu khawatir, harganya tak akan membuat kantong bolong yaitu berkisar antara Rp 12 ribu – Rp 20 ribu saja.

Ditemani aneka minuman segar pelepas dahaga seperti lemon tea, soda gembira, dan minuman khusus serta desert ala Kedai BDG.

Menu Kedai BDG yang baru berdiri Mei 2016 lalu itu diracik sendiri oleh Gina dengan dibantu suami.

Hal itu demi menjaga keaslian rasa sekaligus penyesuaian dengan lidah warga lokal.

Tambahannya lagi, semua yang disajikan dalam kondisi segar sehingga tak jarang pengunjung harus kecewa karena kehabisan menu tertentu.

Menurut pengakuan Gina, belakangan yang banyak menyambangi kedai nya tak hanya urang Sunda, tapi juga warga lainnya.

Desain Kedai BDG mempertahankan ciri khas lokal lewat penggunaan bambu dalam bentuk ornamen berupa angklung dan wayang.

Sementara di muka kedai, tulisan ‘wilujeng sumping’ atau yang bermakna selamat datang menyambut pengunjung.

Lengkap dengan banyolan khas Sunda yang memang dikenal kocak.

Secara umum, Kedai BDG terlihat eye catching dalam balutan warna yang didominasi hitam dengan sentuhan oranye.

Tempat ini buka saban hari mulai pukul 12.00 WIB – 22.00 WIB.

Buat yang mau pesan, kamu bisa order sehari sebelumnya ya.

Kalau tidak berkesempatang datang, bisa juga memakai jasa delivery ‘kami antar aja’.

Mau makan di tempat atau bawa pulang? Bisa. (*)

Penulis: Nurul Hayati
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help