SerambiIndonesia/

Bulog Siap Tampung 5.000 Ton Beras Lokal

Perum Bulog Sub Divre VI Blangpidie menyatakan siap menampung 5.000 ton beras lokal pada masa panen

Bulog Siap Tampung 5.000 Ton Beras Lokal

* Memasuki Panen Musim Tanam Gadu

BLANGPIDIE - Perum Bulog Sub Divre VI Blangpidie menyatakan siap menampung 5.000 ton beras lokal pada masa panen Musim Tanam (MT) gadu 2016/2017 di Aceh Barat Daya (Abdya). Kepala Perum Bulog Sub Divre VI Blangpidie Armia kepada Serambi, Minggu (29/1) menjelaskan pembelian beras dilakukan Perum Bolog melalui mitra kilang padi (MKP) sesuai harga pembelian pemerintah (HPP) Rp 7.300 per kilogram (kg) diterima di gudang Bulog.

Seperti tahun lalu, mitra kilang padi di Abdya yang memasok beras lokal ke Perum Bulog 14 unit MKP. Beras yang dibeli Perum Bulog dari mitra kilang padi seharga Rp 7.300 per kg adalah beras medium atau beras standar Bulog dengan spesifikasi mutu, derajat sosoh 95 persen, kadar air maksimum 14 persen dan butir patah 20 persen serta butir menir 2 persen.

Kesiapan menampung beras produk lokal Abdya, menurut Armia setelah Kantor Pusat Perum Bulog memberi prognosa/pagu pengadaan beras dalam negeri 2017 dengan target 5.000 ton. “Kita mengharapkan mitra kilang padi bisa memasok beras lokal sehingga mampu terpenuhi target pengadaan beras dalam negeri tahun 2017 di Sub Divre VI Blangpidie sebanyak 5.000 ton,” kata Armia.

Beras tersebut nantinya akan ditempatkan pada gudang di bawah Sub Divre VI Blangpidie, yaitu Gudang Padang Baru, Susoh, Abdya, Gudang Kota Fajar, Aceh Selatan dan Gudang Subulussalam, Kota Subulussalam. Stok beras yang dikuasai pada gudang Bulog selanjutnya akan digunakan untuk kebutuhan pelayanan public service obligation (PSO) seperti untuk beras keluarga miskin (raskin), Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan Operasi Pasar (OP).

Tahun 2016 lalu, Perum Bolog Sub Divre VI Blangpidie mendapat target pengadaan beras mencapai 7.000 ton, akan tetapi realisasinya hanya 1.700 ton. Tidak terealisasi prognosa tahun lalu, menurut Armia karena harga gabah yang berlaku saat itu belum mampu diserap oleh para mitra kilang padi.

Seperti harga gabah jering panen (GKP) memasuki panen MT Gadu 2016/2017 sekarang ini berada pada kisaran Rp 5.200 sampai 5.300 per kg, dikatakan belum mampu diserap pengusaha mitra kilang padi. “Tetapi tidak ada masalah, karena yang lebih penting adalah para petani bisa menikmati keuntungan dari hasil panen,” katanya.

Seperti panen tahun lalu, produksi gabah di Kabupaten Abdya MT Gadu 2016/2017 juga melimpah. Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Abdya Ir Muslim Hasan luas areal tanam MT 2016/2017 mencukupi seluruh kecamatan mencapai 11.178 hektare. Berdasarkan ubinan (sampel) yang diambil dari tiga titik kecamatan yang sudah memasuki awal panen, yaitu Susoh, Babahrot dan Manggeng, diketahui produksi rata-rata sementara mencapai 8 ton GKP per hektare.

“Produksi rata-rata sementara 8 ton GKP per hektare berdasarkan sampel yang diamabil dari tiga kecamatan kecamatan yang sudah memasuki panen. Tingkat produksi sebenarnya baru diketahui setelah sampel produksi diambil di seluruh kecamatan atau enem kecamatan lainnya yang belum panen,” kata Muslim Hasan.

Bila rata-rata produksi 8 ton GK per haktare dikalikan luas areal tanam mencapai 11.178 hektare maka produksi gabah Abdya yang tersedia di kalangan para petani pada MT 2016/2017 mencapai 89.424 ton.(nun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help