Citizen Reporter
Mekkah dan Madinah yang Memesona
SANGAT bersyukur, bila umat Islam mendapat kesempatan untuk mengunjungi dan beribadah di Kota Mekkah
OLEH HILMI HASBALLAH, PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, melaporkan dari Mekkah, Saudi Arabia
SANGAT bersyukur, bila umat Islam mendapat kesempatan untuk mengunjungi dan beribadah di Kota Mekkah dan Madinah, Saudi Arabia. Luar biasa bahagia ketika mendapat panggilan ke Baitullah.
Jumat lalu, saya berkesempatan menunaikan shalat Jumat di Masjidil Haram, Kota Mekkah. Jutaan jamaah umrah dari seluruh dunia penuh sesak di kota kelahiran Rasulullah saw tersebut. Sejak pukul 09.00 WAS, tamu Allah sudah bergerak dari hotel tempat mereka menginap menuju Baitullah. Jelang shalat Jumat, jamaah banyak yang laksanakan umrah (tawaf, sa’i dan tahalul), membaca Quran, dan itikaf.
Bagi jamaah yang terlambat datang ke Masjidil Haram, terpaksa berjamaah di luar masjid, bahkan ada yang harus shalat hingga ke jalan raya di seputaran Masjidil Haram. Animo jamaah umrah semakin tinggi, tak terkecuali dari Indonesia, termasuk Aceh.
Walaupun Mekkah dan Madinah saat ini masih dalam cuaca dingin, namun tak menyurutkan semangat jamaah mendekatkan diri kepada Sang Khalik serta ziarah ke lokasi bersejarah di “Negeri Para Nabi” ini.
Mekkah dan Madinah mampu ‘memagnet’ jutaan umat Islam seantero jagat. Mereka berlomba-lomba menghambakan diri di hadapan-Nya.
Saat melaksanakan umrah yang dibarengi tawaf, sa’i, dan dilengkapi dengan tahalul (memotong sekurang-kurannya tiga helai rambut), air mata tak terbendung. Terkenang sejarah para nabi yang begitu gigih mempertahankan keimanannya. Begitu pula saat berdoa di tempat mustajabah seperti Kakbah, Hijir Ismail, makam Ibrahim, Jabal Rahmah, Raudhah, dan sebagainya, spontan ait mata bercucuran.
Kita terasa begitu dekat dengan Allah Swt. Doa dan pengharapan langsung diutarakan kepada Ilahi. Allahu Akbar. Indah sekali momentum selama berada di Tanah Suci tersebut. Itu pula sebabnya, jamaah umrah merasa betah selama berada di Tanah Arab. Hari-hari yang dilalui bertabur nilai-nilai spiritual dan ukhuwah islamiah yang sangat kental sesama umat Islam.
Saat ini, mayoritas jamaah umrah datang dari Pakistan, Indonesia, Malaysia, India, Turki, Bangladesh, dan sejumlah negara sahabat lainnya. Tanah Suci menjadi daya tarik bagi umat Islam sedunia.
Bila kita melalui jalan darat antara Mekkah dan Madinah atau sebaliknya, yang terlihat hanyalah padang pasir terhampar luas nan gersang. Perjalanan darat via bus antara kedua kota bersejarah ini ditempuh antara 5-6 jam.
Di tengah alam yang sangat panas dan keras itulah, unta dan kibas hidup dan berkembang biak. Satwa itu lebih banyak terlihat menjilat-jilat gunung atau bukit yang tandus ketimbang memamah rumput hijau seperti di negeri kita. Alur sungai tampak mengering di sepanjang lintas yang kami lalui. Kehidupan alam memang sangat panas, tandus, dan menantang. Ke tempat itulah, Rasulullah diutus untuk berdakwah, mengajak manusia menuju jalan yang diridai-Nya. Dengan demikian, kita dapat merenung dan mengambil hikmah, saat Rasulullah hijrah dari Mekkah ke Madinah, ribuan tahun lalu.
Selain itu, banyak jamaah yang berziarah ke Masjid Quba, Bukit Uhud, makam Saiyidina Hamzah, Gua Hirak, Gua Tsur, dan tentunya menikmati aneka jenis sajian lezat di kebun kurma. Sambil beribadah, kita pun dapat setiap waktu menikmati air zamzam yang diletakkan di segenap penjuru masjid dan lokasi-lokasi publik lainnya di Kota Mekkah dan Madinah. Memang, pesona Tanah Suci mampu menambah keimanan dan ketakwaan umat. Berdoalah sungguh-sungguh, semoga semua masyarakat Aceh akan menjadi tamu Allah. Amin, ya Rabbal ‘alamin.
* Jika Anda punya informasi menarik, kirimkan naskahnya, termasuk foto dan identitas Anda ke email redaksi@serambinews.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/hilmi-hasballah_20170130_093927.jpg)