Gempa Pidie Jaya

Rumah Janda Miskin Luput Pendataan‎ Korban Gempa

Pada masa satu pekan kejadian, rumah janda miskin Rosniah telah dibersihkan oleh aparat TNI.

Rumah Janda Miskin Luput Pendataan‎ Korban Gempa
deteksi gempa 

Laporan Idris Ismail I Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU ‎- Warga Gampong Dayah Kulam Beuracan, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya mempertanyakan bantuan rumah Hunian Sementara (huntara) kepada pihak kecamatan setempat yang hingga saat ini salah satu korban gempa, janda miskin dua anak, Rosniah (47) luput dari pendataan.

Ketua pemuda Gampong Dayah Kulam Beuracan, Meureudu, Al-Bahri M Isa (27) kepada Serambinews.com, Senin (30/1/2017) mengatakan, berdasarkan hasil pendataan tingkat gampong hanya merekomendasi lima warga korban gempa yang mendapat bantuan rumah Huntara yaitu, Baren, Banteh, Syaribani, TM Husien dan Ridwan.

"Sementara rumah Rosniah selaku korban gempa dengan kondisi riil rumahnya telah rata dengan tanah, justru luput dari pendataan penerima bantuan rumah huntara," ‎jelasnya.

Pada masa satu pekan kejadian, rumah janda miskin Rosniah telah dibersihkan oleh aparat TNI.

Dengan sendirinya, beliau bersama kedua anaknya kini terpaksa tinggal di bawah tenda darurat dengan segala keterbatasan.

Atas ketimpangan ini, pihaknya telah mengadukan kepada keuchik, Fauzi Keumangan dan selaku pihak keuchikpun telah menyampaikan kepada kecamatan.

Namun, pihak kecamatan berjanji segera menurunkan tim verifikasi sejak tiga pekan lalu. Anehnya, sampai hari ini belum kunjung didatangkan tim verifiksi kecamatan.

Karenanya, selaku bagian dari perangkat gampong meminta agar camat Meureudu, Jailani SE MM untuk me‎masukkan dalam data penerima bantuan rumah huntara serta menjadi penerima rumah permanen pada masa rehabilitasi dan rekontruksi. (*)

Penulis: Idris Ismail
Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved