Hamdan Sati Polisikan Penerbit Tabloid Arah

Calon Bupati Aceh Tamiang, Hamdan Sati, melaporkan penerbit Tabloid Arah ke Polres Aceh Tamiang, terkait tulisan

Hamdan Sati Polisikan Penerbit Tabloid Arah

* Kasus Pencemaran Nama Baik

KUALASIMPANG - Calon Bupati Aceh Tamiang, Hamdan Sati, melaporkan penerbit Tabloid Arah ke Polres Aceh Tamiang, terkait tulisan di tabloid tersebut yang menurutnya mencemarkan nama baik dirinya. Laporan tersebut disampaikan melalui kuasa hukumnya, Zulfikar, dengan nomor laporan TBL/12/1/2017/SKPT tertanggal 28 Januari 2017.

“Ada artikel yang dimuat dalam Tabloid Arah ini, isinya sangat merugikan Hamdan Sati yang sedang bersiap maju dalam Pilkada Aceh Tamiang 2017,” kata Zulfikar, Senin (30/1).

Ia mengungkapkan, pihaknya melaporkan penerbit Tabloid Arah dengan pembinanya Sayed Zainal M SH yang juga Direktur LSM Lembahtari, dengan dugaan pelanggaran pasal 310 jo 311 KUHP, pasal 27 jo 45 UU No 11 tahun 2008 tentang ITE, serta tindak pidana pencemaran nama baik.

Ia menyebutkan, pada Selasa (10/1) pukul 15.00 WIB, pelapor mendapatkan tabloid ‘Arah’ yang dicetak oleh LSM Lembahtari dan Gempur. Dalam tabloid edisi I terbitan Desember 2016 itu, memuat artikel yang mencemarkan nama baik Hamdan Sati ST terkait kasus lahan Politeknik.

Dalam artikel itu dituliskan, sejak berakhirnya tanah eks HGU diperkirakan seluas 138 Ha sebelum tahun 1984, lokasi tersebut menjadi tanah yang dikuasai negara. Sedangkan seluas 22,2 Ha entah bagaimana prosesnya bisa menjadi hak milik pribadi H Hamdan Sati dan keluarganya yang diduga tanpa keputusan Pemkab Aceh Tamiang.

“Tulisan dalam artikel ini sangat provokatif. Kata-kata ‘entah bagaimana’ dalam tulisan itu mengesankan lahan tersebut dicuri atau dirampas oleh Hamdan Sati,” ujar Zulfikar.

Tulisan lainnya yang diturunkan dalam edisi yang sama, yakni berjudul ‘Pat Gulipat PT Tanjung Raya Bendahara Sekumur Kecamatan Sekerak Milik Siapa?’. Dalam tulisan itu terdapat alinea yang menyebutkan; tidak mentaati peraturan perundang-undangan, inilah contoh preseden buruk bagi seorang pemimpin di Aceh Tamiang, tidak taat azas hukum.

Tulisan lainnya, berkaitan pengelolaan sumur minyak di Aceh Tamiang, dengan tulisan ‘Kerjasama Operasi Ditolak, Hamdan Sati Meradang’ juga menyudutkan kliennya. “Sejumlah tudingan yang dimuat dalam Tabloid Arah ini tidak ada konfirmasi dari yang dituding,” ujar Zulfikar. Tulisan ini juga di-posting dan disebarkan di akun seorang pengguna facebook, sehingga melanggar UU ITE.

Direktur LSM Lembahtari, Sayed Zainal M SH, mengatakan bahwa tulisan-tulisan yang dimuat dalam Tabloid Arah merupakan rangkuman dari sejumlah laporan LSM Lembahtari dari investigasi yang dilakukan LSM tersebut. Beberapa laporan yang diangkat, katanya, juga sudah dilaporkan ke penegak hukum, seperti terkait lahan Politeknik milik Hamdan Sati dan keluarganya.

“Kasus lahan Politeknik ini sudah masuk proses hukum dan berdasarkan Surat Kabagreskrim Polri, kasusnya tidak dihentikan,” ujarnya.

Terkait PT Tanjung Raya, menurut Zainal, bukan saja lokasi kebun yang menyalahi. Di lapangan juga tidak ditemukan adanya plang HGU. “Padahal penguasaan lahan di atas 25 Ha harus ada izin,” ujarnya.

Sedangkan mengenai Kerja Sama Operasional (KSO), ia juga menilai proses pemberian rekomendasi dari Bupati yang saat itu dijabat Hamdan Sati kepada PT Kwalasimpang Petrolium, cacat hukum. “Apa yang tertulis di Arah adalah fakta, dan kami tidak memfitnah. Kami berharap laporan Tabloid Arah menjadi bahan penyelidikan penegak hukum,” ujar Zainal.(md)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved