Pilkada 2017

Berteriak, Pria Dikeluarkan dari Ruang Debat

Aparat keamanan harus mengeluarkan seorang pria dari ruang debat publik wali kota dan wakil wali kota

Berteriak, Pria Dikeluarkan dari Ruang Debat

LHOKSEUMAWE – Aparat keamanan harus mengeluarkan seorang pria dari ruang debat publik wali kota dan wakil wali kota Lhokseumawe yang digelar Komisi Independen Pemilihan (KIP) setempat di Hotel Lido Graha, Senin (30/1) malam. Pria itu dikeluarkan karena berteriak saat calon Wali Kota Lhokeumawe nomor urut 2, Zulklifli, sedang memberi jawaban terhadap pertanyaan yang dibacakan moderator. Akibat kejadian ini, proses debat sempat terhenti sekitar empat menit.

Pantauan Serambi, debat tahap dua dengan tema “Penerapan Syariat Islam, Pemberdayaan Perempuan, Pemuda, Olahraga dan Lingkungan Hidup,” dimulai sekitar pukul 21.00 WIB. Untuk bisa masuk ke ruang debat hanya para tamu yang membawa undangan atau yang menggunakan pin. Insan pers pun harus melakukan registrasi ke panitia agar bisa meliput kegiatan tersebut.

Sesuai dengan agenda yang telah disepakati, maka sesi demi sesi debat berlangsung diiringi dengan tepuk tangan atau teriakan mengunggulkan kandidat dari para pendukungnya. Sehingga mederator harus memperingatkan tamu agar tetap tenang dan menjaga ketertiban.

Memasuki sesi keempat, yakni saat calon wali kota nomor urut 2, Zulkifli memberi jawaban, tiba-tiba ada seorang pria yang berada di lantai atas berteriak dengan kata-kata “pengkhianat” sehingga langsung mendapatkan respons dari Zulkifli yang memprotes terhadap kata-kata tersebut.

Aparat keamanan yang disiagakan di lokasi langsung memanggil pria itu, selanjutnya dikawal untuk dikeluarkan dari ruang debat. Setelah terhenti beberapa menit, debat kembali dilanjutkan. Bahkan di sesi-sesi terakhir, proses debat terlihat lebih santai dan diwarnai canda, terutama antara paslon nomor urut 3 dan nomor urut 4. (bah)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved