Mahasiswa Lakban Mulut

Sejumlah mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, Aceh Barat melancarkan aksi melakban

Mahasiswa Lakban Mulut
MAHASISWA Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, Aceh Barat mendirikan posko dalam aksi unjuk rasa menuntut transparansi rektorat Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, Aceh Barat, Selasa (31/1) 

* Tuntut Transparansi Kampus UTU

MEULABOH - Sejumlah mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, Aceh Barat melancarkan aksi melakban mulut. Aksi yang sudah berjalan lima hari tersebut dilakukan sebagai bentuk protes mahasiswa menuntut transparansi pihak rektorat. Pantauan Serambi hingga kemarin aksi protes masih terus berlangsung, bahkan mahasiswa mendirikan sebuah posko di kawasan kampus.

Beberapa hari sebelumnya mahasiswa UTU menggeruduk rektorat pascamelakukan beberapa pertemuan antara mahasiswa ddengan rektorat. Mahasiswa juga sepakat akan menggelar pertemuan akbar antara mahasiswa dengan rektorat pada 6 Februari 2017 di kampus UTU. Seorang peserta aksi Rahmat Fazil kepada wartawan kemarin mengungkapkan mahasiswa akan terus menggelar aksi hingga rektrorat memenuhi tuntutan mahasiswa (Baca: Tuntutan Mahasiswa).

Dia sebutkan mahasiswa sudah menyampaikan tuntutan sejak lima hari lalu dan hingga kemarin belum mendapat respons positif dari rektorat, tapi baru sebatas disepakati akan digelar pertemuan akbar di kampus. Karenanya, rektorat diharapkan tidak mengabaikan tuntutan mahasiswa. “Ini adalah hak kita mahasiwa, jadi kita tidak harus merasa takut untuk menyuarakan kebenaran,” ungkap Rahmat didampingi rekan lainnya Deni Setiawan dan T Wahyudi.

Wakil Rektor III UTU Dr TM Yani MHum kepada wartawan kemarin mengatakan pihaknya sudah merespons tuntutan mahasiswa, termasuk kesepakatan menggelar pertemuan akbar pada 6 Februari mendatang. Ia juga meluruskan informasi yang menyebutkan mahasiswa yang menggelar demo akan dikeluar dari universitas. “Itu tidak benar. Kami menyambut baik. Kita akan benahi dan majukan UTU ini. Kita akan bahas dalam pertemuan bersama nanti,” kata Yani.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help