Penahan Tebing Krueng Tingkeum Amblas

Dinding dari besi baja (sheet file) sebagai pencegah erosi dan menguatkan tebing Krueng Tingkeum di Desa

Penahan Tebing Krueng Tingkeum Amblas
SERAMBI/TEUKU DEDI ISKANDAR

BIREUEN - Dinding dari besi baja (sheet file) sebagai pencegah erosi dan menguatkan tebing Krueng Tingkeum di Desa Pante Baro Panyang, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Bireuen, Senin (30/1) sekitar pukul 17.30 WIB, amblas ke dasar sungai. Penahan tebing tersebut dipasang PT Arun pada tahun 1990 dengan kedalaman 12 meter lebih.

Dinding yang amblas itu sepanjang 125 meter dan sisanya sekitar 100 meter lebih. Dampak dari amblasnya penahan tebing itu antara lain erosi di kawasan tersebut makin meluas serta rumah mesin pompa air untuk mengairi sawah tadah hujan, gudang PDAM Krueng Peusangan, water intake pengambilan air untuk provit di Lhokseumawe, dan jalan alternatif terancam amblas juga.

Amatan Serambi, kemarin, selain amblasnya penahan dari pelat baja, tebing di kawasan itu juga longsor. Ratusan warga, Muspika Peusangan Siblah Krueng, dan utusan Pemkab Bireuen hadir ke lokasi untuk melihat dinding yang amblas tersebut. Penahan dinding sungai yang amblas tersebut berjarak sekitar 3 Km arah selatan Krueng Tingkeum dan 20 meter dari jalan alternatif. Di lokasi itu juga ada tumpukan pasir yang baru disedot dari sungai menggunakan pipa.

“Selain faktor bencana alam, amblasnya penahan tebing Krueng Tingkeum juga akibat usaha galian C jenis pasir yang disedot dari sungai itu sejak tahun 2006,” ungkap

Keuchik Pante Baro Buket Panyang, Muslim didampingi Mahdi Ismail, Mukim Simpang Baro, Peusangan Siblah Krueng kepada Serambi, kemarin.

Menurut Muslim, setelah mendapat informasi tebing sungai dari plat baja itu amblas, warga setempat bergegas memindahkan mesin pompa air dari gudang yang letaknya dekat sungai. Sebab, warga khawatir mesin pompa air yang dibangun tahun 2016 dengan dana desa tersebut juga akan ambruk ke sungai. Padahal, selama ini pompa itu mengairi 35 hektare sawah tadah hujan dalam beberapa kecamatan di kawasan tersebut.

Ditambahkan, galian C di kawasan itu berada di tanah milik PT Arun, tapi usahanya dilakukan oleh 200-an warga sejak tahun 2006.

Setelah meninjau lokasi itu, Camat Peusangan Siblah Krueng, Armadi SHI, secara tegas meminta usaha galian C di kawasan tersebut segera ditutup sebelum dampaknya makin meluas.

“Walau secara teknis penyebab amblasnya tebing itu belum diketahui, tapi secara kasat mata dapat dipastikan bahwa akibat ada usaha galian C, bagian bawah tebing itu sudah bolong sehingga penahan dari plat baja itu amblas,” ungkap Camat.

“Kami berharap pemilik usaha galian C agar segera menghentikan aktivitasnya, karena dampaknya luas sekali. Salah satunya seperti sudah kita lihat, penahan tebing dari plat baja amblas,” timpal Mukim Simpang Baro, Mahdi didampingi Keuchik dan Sekdes Keuchik Pante Baro Buket Panjang, Muslim dan Mukhlisfuddin.(yus)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help