SerambiIndonesia/

Tafakur

Keadaan Umat

Lalu Rasulullah SAW ditanya apakah karena sedikitnya umat Islam waktu itu. Bukan, kata Rasulullah, tetapi keadaannya

Keadaan Umat

Oleh Jarjani Usman

Suatu waktu Rasulullah SAW mengatakan, “Nyaris orang-orang kafir menyerbu dan membinasakan kalian, seperti halnya orang-orang yang menyerbu makanan di atas piring” (HR. Ahmad, Al-Baihaqi & Abu Dawud).

Lalu Rasulullah SAW ditanya apakah karena sedikitnya umat Islam waktu itu. Bukan, kata Rasulullah, tetapi keadaannya seperti buih di atas air. Meski jumlah banyak, tak ada rasa takut terhadap umat Islam. Bahkan di kalangan umat Islam sendiri terdapat rasa cinta yang berlebihan terhadap dunia dan takut mati (HR. Ahmad, Al-Baihaqi & Abu Dawud).

Bila merenungi kembali apa yang dikatakan Rasulullah di atas, kita harus mengakui memang begitulah keadaan kita umat Islam kini. Karena terlalu cinta dunia, seperti ingin menjadi kepala daerah, kita saling serang satu sama lain. Yang sebelumnya berteman dan merasa senasib dan seperjuangan, kini malah saling membuka aib dan bahkan saling menghancurkan. Saudara seiman dianggap orang lain. Akibatnya, kita menjadi lemah sendiri.

Kelemahan ini diintip oleh pihak-pihak yang ingin memanfaatkan umat Islam atau menguasai kekayaan buminya untuk kepentingan mereka. Lalu ditawarkan berbagai strategi memenangi persaingan dan harta benda penyokong ke satu pihak atau bahkan kedua belah pihak lain, sehingga semakin yakin dan bersemangat dalam bertarung untuk menjatuhkan saudara seiman.

Harusnya, dalam keadaan demikian, kita berusaha mengajak diri untuk mempertanyakan: Haruskah mencampakkan nilai luhur Islam dalam bentuk tali persaudaraan di saat berambisi menjadi kepala daerah?

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help