SerambiIndonesia/

Tafakur

Pemimpin Buruk

Semua orang berharap memiliki pemimpin yang baik. Itu tentunya sebuah harapan, yang tak akan terwujud bila

Pemimpin Buruk

Oleh: Jarjani Usman

“Tanda-tanda orang munafik ada tiga: jika berbicara ia berdusta, jika berjanji ia mengingkari, dan jika diberi amanah ia berkhianat” (HR. Muslim).

Semua orang berharap memiliki pemimpin yang baik. Itu tentunya sebuah harapan, yang tak akan terwujud bila sekedar menunggu. Harapan itu perlu diwujudkan bersama-sama, seperti dengan cara tidak memilih orang yang berperilaku buruk.

Di antaranya disebut orang munafik. Kata Rasulullah menyebutkan tiga tanda perilaku orang munafik, yaitu suka berdusta, mengingkari janji, dan mengkhianati amanah (HR. Muslim). Jika kita tetap memilih orang munafik, jangan harap akan amanah dalam bertugas nantinya.

Selanjutnya, ada juga orang buruk yang disebut orang zalim. Soalnya, orang zalim tidak akan diberikan petunjuk oleh Allah. Sebagaimana firmanNya, “Allah tidak memberi hidayah kepada orang yang zalim (QS. Al Baqarah: 258). Jika kita memilih orang zalim sebagai pemimpin, jangan berharap nanti akan berlaku adil untuk semua. Jangan sedih bila hak rakyat dijadikan sebagai milik pribadinya.

Berikutnya, ada yang disebut orang fasik karena gemar melakukan maksiat. Dalam Alquran disebutkan, “Allah tidak memberi hidayah kepada orang-orang yang fasik” (QS. Al-Maidah: 108). Bayangkan bila seseorang yang tanpa bimbingan dari Allah memimpin umat Islam.

Karena itu, setiap diri kita perlu berpikir matang dalam memilih pemimpin: apakah mengikuti rayuan manis para calon pemimpin atau mengikuti petunjuk-petunjuk yang ada dalam Alquran dan hadits.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help