SerambiIndonesia/

Donald Trump Pun Tak Bisa Dongkrak Jumlah Pengguna Twitter

Laporan terakhir menunjukkan pertumbuhan pendapatan Twitter tahun ini menjadi yang paling rendah sejak mereka IPO empat tahun lalu.

Donald Trump Pun Tak Bisa Dongkrak Jumlah Pengguna Twitter
LIVESCIENCE
Donald Trump sedang merapikan rambut bagian depan saat sedang berkampanye. 

SERAMBINEWS.COM - Pemilihan Presiden AS 2017 diperkirakan berdampak positif pada pertumbuhan pengguna Twitter sehingga bisnisnya pun bakal ikut naik. Pasalnya, Presiden terpilih Donald Trump sangat aktif berkampanye dan mengutarakan opini via platform mikroblog tersebut.

Sayangnya perkiraan itu meleset. Efek Trump tak berhasil mendongkrak jumlah pengguna Twitter maupun bisnisnya secara keseluruhan, sebagaimana dilaporkan Reuters dan dihimpun KompasTekno, Jumat (10/2/2017).

"Hal yang mengejutkan adalah efek Trump ternyata nol. Twitter harus meyakinkan para pengiklan bahwa mereka bisa meningkatkan audiens-nya di masa datang," kata analis senior dari Wedbush Securities, Michael Pachter.

Laporan terakhir menunjukkan pertumbuhan pendapatan Twitter tahun ini menjadi yang paling rendah sejak mereka IPO empat tahun lalu. Twitter meraup pendapatan iklan senilai 638 juta dollar AS (Rp 8,5 triliun) selama kuartal terakhir 2016, atau melambat 0,5 persen dari tahun ke tahun.

Secara total, pendapatan Twitter naik 1 persen menjadi 717,2 juta dollar AS atau sekitar Rp 9,5 triliun. Meski naik, angka itu meleset dari perkiraan analis yang mematok angka 740,1 juta dollar AS atau Rp 9,8 triliun.

Harga saham Twitter di bursa pun turun lebih dari 10 persen. Saat ini pengguna Twitter hanya 319 juta orang, atau lebih kecil ketimbang perkiraan Wall Street yang mematok 319,6 juta orang untuk kuartal terakhir 2016.

Menurut para analis, bisnis Twitter yang tak kunjung baik juga merupakan imbas dari CEO Jack Dorsey yang berada di dua kaki. Dorsey bukan cuma jadi pemimpin di Twitter, melainkan juga di layanan pembayaran perangkat selular, Square.

Meski dikritik soal performa Twitter dan dinilai tak fokus sebagai CEO, Dorsey masih optimis terhadap masa depan layanan berlogo burung. Ia mengatakan Twitter berinvestasi di machine learning dan tengah menggodok strategi baru untuk memikat pengiklan.

"Butuh waktu untuk meraih hasil yang diharapkan. Kami bergerak cepat dan dunia sedang melihat pergerakan Twitter," kata Dorsey.

Editor: Fatimah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help