SerambiIndonesia/

Tafakur

Menentukan Pilihan

Apabila perkara (urusan) diserahkan kepada bukan ahlinya, maka nantikanlah kehancuran

Menentukan Pilihan

Oleh Jarjani Usman

“Apabila perkara (urusan) diserahkan kepada bukan ahlinya, maka nantikanlah kehancuran” (HR. Bukhari).

Menjelang pemilihan kepala daerah, kita banyak terjebak dalam perasaan serba salah. Apalagi bila masing-masing calon adalah orang seiman dan didukung oleh para ulama. Sehingga rasanya mau memilih semuanya. Tetapi pilihan tentunya harus satu di antara mereka.

Kita dituntun untuk memilih pemimpin yang memiliki sifat shiddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan, tanpa mengurangi sedikitpun), dan fatanah (cerdas). Tentunya sifat-sifat ini bisa perlu diketahui sendiri sejauhmana keberadaannya pada setiap calon. Tidak bisa mengandalkan informasi yang disampaikan oleh tim suskesnya, karena mereka cenderung mengangkat yang baik-baik dan menutupi yang buruk-buruk dari orang yang didukungnya.

Sejarah kehidupannya, pengalamannya, keahliannya, perilakunya, komitmennya, kecerdasannya adalah di antara hal penting untuk dipertimbangkan. Sebab, bila memilih orang yang dalam sejarah kehidupannya tidak mampu mengendalikan hawa nafsu terhadap harta benda, misalnya, sama halnya dengan memberi kekuasaan untuk memperturutkan hawa nafsunya lebih dahsyat lagi. Bila ini yang terjadi, maka kehancuran negeri akan terjadi.

Karena itu, penting menganggap memilih pemimpin sebagai ibadah. Bila pemimpinnya baik perilakunya dan taat beribadah, maka akan berpeluang memperbaiki negeri.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help