SerambiIndonesia/

Pilkada 2017

Doto: Sabar Dikit, jangan Buru-buru

CALON gubernur Aceh nomor urut 4, dr Zaini Abdullah meminta semua pihak, terutama para kandidat

Doto: Sabar Dikit, jangan Buru-buru

CALON gubernur Aceh nomor urut 4, dr Zaini Abdullah meminta semua pihak, terutama para kandidat dan timsesnya untuk bersabar menunggu hasil penghitungan suara dari penyelenggara yaitu Komisi Independen Pemilihan (KIP).

Doto Zaini yang saat ini masih menjabat sebagai Gubernur Aceh, berharap proses penghitungan dan rekapitulasi suara dilakukan dengan transparan dan jujur. “Tidak ada data kertas suara yang dimanipulasi maupun digandakan oleh pihak tertentu untuk memenangkan salah satu calon,” ungkap Abu Doto kepada Serambi di Banda Aceh, Kamis (16/2).

Ia melanjutkan, kemenangan yang akan diraih dalam pilkada akan dipertanggungjawabkan tidak hanya kepada masyarakat Aceh, tapi juga kepada Allah Swt. “Yang menang akan jadi pemimpin rakyat Aceh untuk lima tahun ke depan. Makanya harus bisa sabar sedikitlah, jangan buru-buru, menunggu hasil kemenangan,” ujarnya.

Zaini Abdullah pun menyatakan dirinya siap mengakui dan menghormati hasil keputusan KIP Aceh pada waktu yang seharusnya. “Dalam sebuah lomba atau pertandingan dan kompetisi, pasti ada pemenangnya dan pemenangnya adalah satu,” ujarnya.

Jika ada paslon yang menolak atau tidak menerima hasil perhitungan dan rekapitulasi kertas suara yang dilakukan KIP, maka Zaini menyarankan agar menempuh jalur hukum untuk mencari keadilan, bukan dengan membuat kegaduhan. “Kalau melakukan kegaduhan yang akan menjadi korban masyarakat lagi,” ujarnya.

Selaku Gubernur Aceh, Zaini Abdullah juga meminta kepada penyelenggara dan pengawas pilkada, serta aparat keamanan, jika ada laporan dugaan pelanggaran pilkada dari timses atau masyarakat, agar diproses secepatnya. Tujuannya, agar masyarakat merasakan penegakan hukum di daerah ini berjalan sesuai aturan. “Penyelenggara dan pengawas pilkada, tidak boleh pilih kasih, harus adil, tegas, cepat, dan tepat, dalam bertindak,” kata Zaini Abdullah. (her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help