Tafakur

Kecurangan Pilkada

Kecelakaan besar bagi orang-orang yang curang, yaitu mereka yang apabila menerima sukatan dari orang lain

Kecurangan Pilkada
Tafakur

Oleh Jarjani Usman

“Kecelakaan besar bagi orang-orang yang curang, yaitu mereka yang apabila menerima sukatan dari orang lain mereka mengambilnya dengan cukup. Dan (sebaliknya) apabila mereka menyukat atau menimbang untuk orang lain, mereka kurangi” (QS. Al-Muthafffin: 1-3).

Karena mengharap imbalan seperti uang dari orang yang terlalu ambisius terhadap kekuasaan, ada orang yang tega berbuat curang dalam menghitung suara rakyat. Padahal perbuatan demikian mendatangkan dosa berlapis-lapis.

Antara lain, perbuatan itu sangat mengkhianati rakyat banyak yang telah menitipkan suara mereka. Suara rakyat adalah koleksi keinginan besar, yang besar pula dosanya bila dikhianati.

Selanjutnya, perbuatan itu dilaknat Allah, apalagi lazimnya itu melalui proses sogok-menyogok. Dalam suatu hadits diingatkan bahwa Allah melaknat penyogok dan yang menerima sogokan.

Bukan hanya itu, perbuatan itu juga mengangkangi perintah Allah untuk senantiasa berbuat adil pada semua calon pemimpin. Ketika hak seseorang calon kepala daerah dipindahkan ke calon lain, itu suatu ketidak-adilan sekaligus kezaliman.

Karena itu, bila diamanahkan untuk menghitung suara rakyat, teruslah berjuang di jalan yang benar. Godaan pasti ada, tetapi bila dituruti akan mencelakakan diri dunia dan akhirat.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help