Tafakur

Jangan Marah

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa ada seorang lelaki berkata kepada Nabi SAW: “Berilah aku wasiat.” Beliau menjawab

Jangan Marah
Tafakur

Oleh Jarjani Usman

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa ada seorang lelaki berkata kepada Nabi SAW: “Berilah aku wasiat.” Beliau menjawab, “Engkau jangan marah!” Orang itu mengulangi permintaannya berulang-ulang, kemudian Nabi SAW bersabda, “Engkau jangan marah!” (HR. Al Bukhari).

Mendapati kenyataan tidak sesuai dengan harapan diri sendiri, sebahagian orang langsung tersulut emosinya. Darah naik seketika! Marah pun memuncak! Namun sebagai orang beriman, kita tak boleh melupakan wasiat Rasulullah SAW kepada umatnya. Rasul mengingatkan agar kita tidak marah. Tentunya wasiat itu sangat beralasan.

Apalagi marah yang dipicu hawa nafsu bisa memunculkan berbagai macam kejahatan di kalangan umat. Seringkali di saat marah, otak memanas, dan daya pikir melemah, sehingga kesimpulan yang diambil tidak akan matang. Apa yang sebenarnya ingin disimpulkan untuk kebaikan, malah melenceng jauh dari sasaran.

Bukan hanya itu, di saat seseorang marah, setan pun mengambil kesempatan until memanas-manaskan keadaan. Sehingga di saat demikian, seseorang merasa puas bila sempat menyakiti orang lain. Termasuk menyakiti fisik. Bila sempat menyakiti fisik seseorang, bukan hanya balasan buruk yang akan dipereoleh. Silaturrahmi yang terputus. Permusuhan pun bisa berlangsung berkepanjangan.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help