SerambiIndonesia/

Tafakur

Mencari Kemenangan

Berhati-hatilah kalian dari tindakan berprasangka buruk, karena prasangka buruk adalah sedusta-dusta ucapan

Mencari Kemenangan
Tafakur

Oleh Jarjani Usman

“Berhati-hatilah kalian dari tindakan berprasangka buruk, karena prasangka buruk adalah sedusta-dusta ucapan. Janganlah kalian saling mencari berita kejelekan orang lain, saling memata-matai, saling mendengki, saling membelakangi, dan saling membenci. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara” (HR. Bukhari & Muslim).

Memang tak bisa dipungkiri bahwa kemenangan diingini setiap orang, seperti kemenangan dalam pemilihan kepala daerah. Namun kadangkala, bukan kemenangan yang sesungguhnya yang dikejar.

Dikatakan demikian karena seseorang atau sebahagian orang terlalu memperturutkan hawa nafsunya untuk meraih kemenangan. Akibatnya, ada yang menggunakan cara-cara tak terpuji untuk mewujudkan ambisinya, seperti mengadu-domba, menebar fitnah dan kepalsuan, menciptakan kebencian terhadap kelompok lain, dan sejenisnya. Ada yang meyakini bahwa yang penting menang, terserah bagaimana caranya.

Padahal menggunakan cara-cara buruk ini adalah pertanda kekalahan telak yang sesungguhnya. Alasannya, hanya orang-orang yang kalah melawan godaan setan yang terjebak dalam perilaku-perilaku buruk demikian. Ketika kalah dan menjadi tawanan setan, seseorang tak akan sanggup mengendalikan diri lagi. Apa kata setan akan dituruti.

Berbeda dengan orang-orang yang menang melawan godaan setan, silaturrahmi akan tetap dijaga meskipun pilihan politik berbeda-beda. Orang-orang yang menang dalam menjaga stabilitas imannya akan mampu menerima perbedaan. Bukan karena adanya perbedaan, kita dibolehkan berbuat buruk kepada sesama manusia.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help