Karnaval Budaya Meriah

Karnaval budaya dalam rangka memeriahkan HUT Kota Takengon ke-440 berlangsung meriah, walau diguyur

Karnaval Budaya Meriah
Murid SD IT Cendekia menampilkan tari guel dalam karnaval budaya dalam rangka HUT Kota Takengon ke-440 yang digelar Selasa (28/2). Karnaval budaya tersebut, diikuti ribuan pelajar yang ada di daerah itu. SERAMBI/MAHYADI 

* Seribuan Pelajar Kitari Takengon

TAKENGON - Karnaval budaya dalam rangka memeriahkan HUT Kota Takengon ke-440 berlangsung meriah, walau diguyur hujan gerimis pada Selasa (28/2). Seribuan pelajar berpakaian adat dan lainnya, mulai dari TK, SD, SMP sampai SMA/sederajat mengitari Kota Takengon dengan berjalan kaki dan warga antusias menyaksikan dari pinggir jalan.

Walau diguyur hujan gerimis, tak menghalangi para peserta karnaval budaya untuk memeriahkan HUT Kota Takengon. Begitu juga dengan warga kota dingin ini, hampir sepanjang ruas jalan yang dilintasi iring iringan konvoi budaya, dipadati warga yang ingin menyaksikan karnaval dari dekat yang dimulai sekira pukul 09.00 WIB dan berakhir menjelang siang.

Para peserta karnaval yang berjalan beriringan dengan barisan masing-masing tampak seperti ‘ular’ yang meliuk-liuk saat satu konvoi berada di atas jalan tanjakan dan lainnya di bawah. Barisan panjang konvoi dilepas di Lapangan Musara Alun menuju Simpang Lima, kemudian Jalan Sengeda, Jalan Terminal Simpang Wariji dan kembali lagi ke Lapangan Musara Alun.

Para peserta karnaval budaya, mengenakan berbagai pakaian adat, seperti pakaian adat Gayo, Aceh, Jawa, Minang, Batak, dan lainnya. Selain itu, sejumlah siswa juga terlihat mengenakan pakaian seragam ala pejuang kemerdekaan, baju loreng tentara, polisi, dokter, PNS, petani, nelayan dan ada juga yang berlagak seperti wartawan.

Pawai budaya juga semakin meriah dengan tampilnya sejumlah group drum band dari beberapa sekolah yang berjalan di baris paling depan memperagakan beberapa atraksi dan instrument musik. Karnaval tersebut, dilepas secara resmi oleh Bupati Aceh Tengah, Ir Nasaruddin MM, serta sejumlah anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Kegiatan karnaval itu sempat membuat beberapa ruas jalan protokol macet. Selain dipadati peserta, juga diramaikan warga Kota Takengon yang antusias melihat dari dekat iring-iringan peserta karnaval yang berjalan kaki melewati beberapa rute. “Anak saya, juga ikut dari sekolahnya, makanya kami harus melihat karnaval budaya ini,” kata Naini salah seorang warga Kota Takengon.

Dia menyebutkan, karnaval budaya yang dilaksanakan dalam rangka memeriahkan HUT Kota Takengon ke-440, menjadi hiburan bagi warga, khususnya bagi anak-anak. Pertunjukan beragam pakaian adat, budaya serta seragam yang dikenakan para peserta menjadi daya tarik bagi anak-anak. “Yang membuat menarik, ada peserta berlagak seperti kakek-kakek, ada juga yang bergaya seperti petani, jadi tampak lucu,”kata Naini.

Sejumlah salon di Kota Takengon kewalahan melayani permintaan para pelajar putri yang ingin dirias jelang karnaval budaya pada Selasa (28/2) jelang pagi.

Sukma, salah seorang pelajar putri mengatakan dirinya beserta teman-teman sekelasnya sengaja datang ke salon untuk dirias, sehingga dapat tampil dengan baik dan rapi.

“Ini kan memperingati hari jadi kota kita, kami ingin mengenakan pakaian adat daerah yang sesuai dan rapi,” ujarnya seusai mengenakan pakaian kerawang Gayo di salah satu salon Pasar Pagi Takengon. Sedangkan Fitri, salah seorang pemilik salon merasa bersyukur, walau kewalahan melayani permintaan pelanggan.

Disebutkan, merias para pelajar putri telah dimulai sejak pukul 02.00 dinihari, bahkan antre untuk dirias, “Kami sempat kewalahan karena puluhan pelajar putri yang harus kami rias secara bersamaan,” ujarnya. Dikatakan, biaya rias, bersama menata pakaian dan jilbab sebesar Rp 140 ribu/orang.(my/muh/rel)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved