Polisi Lacak Korban Penculikan

Polres Aceh Singkil masih memburu penculik Selan (30), penduduk Pea Jambu, Singkohor yang dinyatakan hilang

Polisi Lacak Korban Penculikan

SINGKIL - Polres Aceh Singkil masih memburu penculik Selan (30), penduduk Pea Jambu, Singkohor yang dinyatakan hilang sejak, Rabu (22/2) lalu. Kapolres Aceh Singkil AKBP Ian Rizkian mengatakan setelah mendapat laporan pihaknya terus melakukan pencarian korban serta pelaku yang terdeteksi berada di luar Aceh. “Kami sudah membentuk tim melacak keberadaan korban dan pelaku,” ujar Kapolres kepada Serambi kemarin.

Ia sebutkan polisi belum bisa memastikan Selan, hilang karena diculik atau bukan. Tim Polres Aceh Singkil, sementara ini terus mencari keberadaan korban serta pelaku yang mengaku sebagai penculik. “Saya sudah perintahkan Kasat Reskrim, menyusul untuk membackup Kapolsek Singkohor. Kami sedang bekerja mencari dan terus mencari semoga cepat ketemu,” kata AKBP Ian Rizkian.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya Selan hilang sejak pekan lalu. Korban yang diketahui bekerja di perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Nafasindo itu, hilang dalam perjalanan pulang naik sepeda motor dari Rimo, Gunung Meriah, menuju rumahnya di Pea Jambu.

Pada hari kejadian, sebelum hilang korban ditelepon seseorang mengajak bertemu di salah satu rumah makan di Rimo. Lewat tengah hari korban pulang menggunakan sepeda motor Supra X 125 BL 5949 RE. Namun hingga hari berganti malam tidak juga sampai ke rumah. Termasuk sepeda motor yang dikendarainya raib. Keluarga korban meyakini Selan diculik. Hal ini diketahui setelah dihubungi seseorang melalui pesan singkat (SMS) yang mengaku sebagai penculik ayah dua anak tersebut. Dalam komunikasi via pesan singkat pelaku meminta tebusan Rp 100 juta, kemudian turun menjadi Rp 20 juta.

Pelaku yang meminta tebusan hanya berkomunikasi melalui SMS. Namun ketika ditelepon tidak pernah mengangkat. Belakangan pelaku dalam menghubungi keluarga korban, tidak lagi menggunakan nomor yang selama ini digunakannya. Tetapi memakai nomor telepon Selan. Komunikasi terakahir terjadi, Jumat (24/2) lalu. Selan menelepon ingin bicara dengan anaknya. Suara suami dari Yusnidar tersebut terdengar parau. Namun anehnya dalam percakapan singkat, Selan tidak menyebutkan keberadaannya malah meminta keluarganya agar tidak mencari lagi dirinya.

Sementara itu pihak keluarga korban meminta hilangnya Selan tidak lagi dipublikasi sebab ada kekhawatiran terkait keselamatan korban. Mengingat dalam komunikasi dengan keluarga korban, pelaku selain minta tebusan uang mulai dari Rp 100 juta kemudian turun jadi Rp 20 juta, mengancam akan membunuh Selan jika keluarga melapor polisi.

Keluarga mengaku tidak ada persoalan apapun sebelum Selan hilang. Pihak keluarga juga tidak mengetahui alasan korban meminta tidak perlu dicari lagi, ketika berbicara melalui telepon. Setelah Selan dinyatakan hilang, keluarga hanya bisa mendoakan untuk keselamatan korban.(de)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help