Warga Harap Raskin Gratis Cepat Disalur

Sekitar 7.000 warga Kota Lhokseumawe saat ini harap-harap cemas menanti penyaluran raskin untuk

Warga Harap Raskin Gratis Cepat Disalur

LHOKSEUMAWE - Sekitar 7.000 warga Kota Lhokseumawe saat ini harap-harap cemas menanti penyaluran raskin untuk tahun 2017. Soalnya, hingga akhir Februari, belum ada tanda-tanda Pemko Lhokseumawe akan menyalurkan raskin gratis tersebut sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Selama ini jatah triwulan pertama kerap disalurkan pada akhir Januari.

Namun, Sekdako Lhokseumawe, Bukhari AKS MM yang diminta tanggapan terkait persoalan ini memastikan program tersebut akan tetap berjalan.

“Memasuki Maret, malah jatah triwulan pertama belum juga disalurkan. Selama ini jatah triwulan pertama selalu disalurkan pada akhir Januari,” kata seorang penerima raskin kepada Serambi, kemarin. Dikatakan pria ini, sesuai informasi yang diperolehnya, anggaran tahun 2017 lebih diprioritaskan untuk membayar utang tahun 2016. Itu sebabnya banyak yang menjadi cemas, jangan-jangan pemerintah tidak lagi menyediakan biaya tebus raskin tersebut. “Pasalnya, sampai sekarang kami tidak mendapatkan kabar. Padahal biasanya di awal tahun sudah mendapatkan raskin untuk jatah tiga bulan pertama,” ujar Ismail, penerima raskin di Lhokseumawe.

Sekdako Lhokseumawe, Bukhari AKS MM yang diminta tanggapan terkait persoalan ini, memastikan bahwa program pro-rakyat yang menjadi terobosan selama Suaidi Yahya menjadi wali kota, akan tetap berlanjut pada tahun 2017 ini. “Termasuk raskin gratis tetap lanjut. Di samping juga masih tetap berjalan program jadup bagi masyarakat berumur 70 tahun ke atas, santunan kematian, santunan penyandang cacat, dan program-program pro-rakyat lainnya,” katanya.

Untuk raskin, sesuai data yang diterima dari pusat, yang berhak menerima di Kota Lhokseumawe, untuk Kecamatan Blang Mangat sebanyak 1.415 Rumah Tangga Miskin (RTM), Muara Dua sebanyak 1.684 RTM, Kecamatan Banda Sakti sebanyak 2.278 RTM, dan Kecamatan Muara Satu sebanyak 1.823 RTM.

Terkait belum disalurkannya raskin jatah triwulan pertama, kata Bukhari, dikarenakan memang sampai sekarang Pemko belum membayar biaya tebus ke Bulog, dikarenakan APBK baru saja disahkan. “Saat ini saya bersama tim anggaran masih di Banda Aceh untuk tahapan evaluasi gubernur terhadap APBK kita. Saat selesai semua prosesnya, maka penebusan biaya raskin akan menjadi prioritas bagi kita, dengan harapan masyarakat bisa menerima raskin jatah triwulan pertama secepatnya,” demikian Bukhari AKS.

Bukan hanya Kota Lhokseumawe, Aceh Utara (Acut) pun belum menyalurkan raskin gratis kepada mereka yang berhak menerimanya. Pelaksana Tugas Sekda Aceh Utara Abdul Aziz MH kepada Serambi menyebutkan, Pemkab Aceh Utara sudah mengalokasikan dana dalam APBK 2017 Rp 7,3 miliar untuk biaya tebus dan ongkos pengangkutan raskin kepada 852 desa di Aceh Utara. Sehingga 50.714 penerima rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTS PM) mendapatkan raskin secara gratis. Dana tersebut cukup enam bulan dari Januari -Juni mendatang. Mereka berencana menyalurkan pada bulan Maret ini.

“Sedangkan untuk enam bulan lagi, dari Juli sampai Desember 2017, akan kita alokasi pada APBK perubahan 2017, sehingga masyarakat bisa menerima raskin selama 2017 dengan gratis,” kata Sekda. Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib dalam hal ini mengimbau kepada masyarakat yang mampu tidak meminta raskin, supaya semua masyarakat miskin dapat menerima raskin sesuai yang sudah dijatahkan.(Jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved