Breaking News
Rabu, 8 April 2026

Demam Berdarah juga Masih Tinggi

SELAIN kasus jangkitan difteri, saat ini penyakit demam berdarah dengue (DBD) juga masih tinggi di Aceh. Kota Banda Aceh

Editor: bakri

SELAIN kasus jangkitan difteri, saat ini penyakit demam berdarah dengue (DBD) juga masih tinggi di Aceh. Kota Banda Aceh menjadi salah satu daerah yang masih masuk kategori rawan DBD. Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Banda Aceh, pada Januari 2017 terdapat 81 kasus DBD, satu orang meninggal dunia. Sementara pada Februari 2017 terdapat 67 kasus.

Dengan demikian, dalam dua bulan terakhir, di Banda Aceh terdapat 148 kasus. Jumlah ini meningkat tajam jika dibandingkan dengan periode Januari dan Februari 2016 yang hanya 33 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Banda Aceh, Dr Warqah Helmi mengatakan, dalam menangani kasus DBD di masyarakat, petugas tidak bisa serta merta melaksanakan fogging (pengasapan) secara menyeluruh ke semua pemukiman.

“Karena kalau kita fogging secara menyeluruh pasti akan berbahaya, karena fogging itu kan kita menyebar racun yang berfungsi membunuh nyamuk dewasa, bukan jentik, sebenarnya fogging menyeluruh itu tidak disarankan,” ujar Warqah kepada Serambi Kamis (2/3).

Ia menyebutkan, dalam beberapa bulan terakhir, di Banda Aceh telah dilakukan fogging pada 85 titik. Menurutnya, pengasapan baru bisa dilakukan setelah melewati beberapa syarat. Di antaranya, harus terlebih dahulu ada kasus DBD di lokasi itu dan terdapat jentik nyamuk pada radius 100 meter dari rumah penderita DBD atau titik kasus. Selain itu, telah melewati penyelidikan epidemiologi oleh petugas kesehatan.

Karenanya, hal paling utama yang harus dilakukan dalam upaya memberantas DBD adalah menggalakkan 3M plus, yaitu menguras bak mandi atau penampung air yang berpotensi berkembang jentik. Menutup tempat penampungan atau saluran air, serta mendaur ulang sampah, terutama kaleng atau ban bekas. Sedangkan plusnya, lanjut Warqah, yaitu memelihara ikan dan menanam tanaman yang tidak disukai nyamuk.

“Perilaku hidup bersih dan menjaga kebersihan lingkungan sangat efektif dalam memberantas DBD, karena dengan kondisi seperti itu akan memusnahkan jentik nyamuk,” ujarnya.

Sehingga di Banda Aceh, Pemko melalui puskesmas masing-masing saat ini sudah rutin mesosialisasikan pemberantasan DBD dan pencegahannya, serta mengajak masyarakat menjalankan 3M plus dalam hidup. Termasuk menjalankan program membagi-bagikan serbuk pemusnah jentik, abatisasi ke rumah warga.

Ia menjelaskan, melihat trendnya, penyakit DBD memang dominan muncul pada saat musim penghujan seperti bulan September, Oktober, November, Desember, Januari hingga Februari. Sehingga masyarakat diminta mewaspadai dan segera melapor ke petugas jika ada yang mengalami gejala DBD di lingkungannya. (mun)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved