Imigrasi Tetapkan Tersangka Baru

Kantor Imigrasi Meulaboh, Aceh Barat kembali menetapkan dua tersangka baru dalam kasus pidana

Imigrasi Tetapkan Tersangka Baru
KEPALA Imigarsi Kota Lhoskeumawe, M Akmal mengintograsi ulang tiga warga asing yang diduga sebagai agen imigran gelap, Rabu (19/8). 

* Kasus Tambang Emas Ilegal

MEULABOH - Kantor Imigrasi Meulaboh, Aceh Barat kembali menetapkan dua tersangka baru dalam kasus pidana Undang-undang (UU) Keimigrasian. Kedua pelaku tersebut tercacat warga asal Sumatera Utara (Sumut) yang merupakan pengembangan dari kasus penangkapan lima Warga Negara Asing (WNA) saat melakukan kegiatan di kawasan tambang emas secara ilegal di Kecamatan Sungaimas, Aceh Barat.

Dua tersangka baru tersebut berkas perkaranya dua hari lalu sudah diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Barat oleh Imigrasi Meulaboh. Keduanya adalah Edi Ratna (54) adalah Komisaris Utama PT Rezeki Sungai Mas dan Fandrik (26), Direktur Utama PT Rezeki Sungai Mas.

“Penetapan tersangka kedua warga tersebut merupakan pengembangan dari kasus penangkapan terhadap lima WNA sebelumnya,” kata Kepala Imigrasi Meulaboh, IF Markos SH MSi kepada Serambi, Kamis (2/3). Menurutnya, kedua tersangka merupakan pihak yang mendatangkan kelima WNA tersebut.

Kasus tersebut kini masih dalam penyelidikan penyidik Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Imigrasi dan berkas untuk tahap pertama sudah diserahkan ke Kejari Aceh Barat. “Untuk tersangka sejauh ini kita tahan di LP (Lembaga Permasyarakatan) Meulaboh. Setelah berkas perkara dinyatakan lengkap akan diteruskan tersangka dan barang bukti,” ungkap Markos.

Seperti diketahui petugas Imigrasi Meulaboh bersama Tim Pengawasan Orang Asing mengamankan lima WNA asal Tiongkok saat sedang bekerja merakit kapal pengeruk emas di kawasan Kecamatan Sungaimas, Aceh Barat pada 3 November 2016 silam. Dari lima WNA yang diamankan itu, lima orang warga negara asing. Yaitu Fu Limin (China), Zhang Wixin (China), Fu Senqi (China), Tang Xu (China) dan Choi Sau Cheng (Malaysia). WNA tersebut diamankan karena melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan izin tinggal. Pelaku dijerat dengan Undang-undang Keimigrasian dengan ancaman 5 tahun penjara.

Sedang Diteliti
Sementara itu Kajari Aceh Barat Ahmad Sahruddin MH melalui Kasi Pidana Umum Mawardi SH kepada Serambi, Kamis (2/3) membenarkan berkas perkara terhadap dua tersangka kasus tindak pidana UU Keimigrasian sudah diterima pihaknya. “Berkas perkara sudah kita terima yang diserahkan Imigrasi Meulaboh. Kini sedang kita teliti,” kata Mawardi. Ia sebutkan terhadap lima WNA lainnya yakni empat dari Tiongkok (Cina) dan seorang warga Malaysia sejauh ini masih dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Meulaboh. Sidang lanjutan digelar pada 9 Maret. Sedangkan terdakwa hingga kini masih ditahan di LP Meulaboh.(riz)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved