SerambiIndonesia/

Tafakur

Pelajaran dari Kematian

Yang mengikuti mayit ke kuburnya ada tiga, lalu dua kembali dan yang tinggal bersamanya hanya satu

Pelajaran dari Kematian

Oleh: Jarjani Usman

“Yang mengikuti mayit ke kuburnya ada tiga, lalu dua kembali dan yang tinggal bersamanya hanya satu; yang mengikutinya adalah keluarganya, hartanya dan amalnya, lalu kembali keluarga dan hartanya, dan yang tinggal hanya amalnya” (HR. Al-Bukhari & Muslim).

Kita diingatkan untuk sering melayat orang yang mengalami kematian. Sungguh banyak pelajaran penting bisa diambil dari setiap kematian yang menimpa orang lain.

Antara lain, pertama, kita menjadi bertambah yakin pada janji Allah bahwa kematian pasti terjadi pada diri kita masing-masing, diingini atau tidak. Sungguh menakutkan rasanya, tetapi samasekali tidak bisa berlari dari kematian. Apalagi Allah telah mengingatkan bahwa walau menghindar, kematian akan menemui kita.

Kedua, kematian bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Bukan hanya di waktu sedang sakit dan tua, tetapi juga di waktu sedang sehat-sehat saja dan waktu berusia muda. Begitu misteri atau rahasia, sehingga kematian sepantasnya dipersiapkan oleh setiap hamba.

Ketiga, kita akan terdorong untuk mempersiapkan kematian diri sendiri. Apalagi hal itu penting dalam rangka memperbaiki diri dalam hidup di dunia ini. Contohnya, bila sudah menyadari tentang kematian, kita akan berusaha menggunakan waktu untuk senantiasa belajar dan beramal. Apalagi dua-duanya tentunya berpahala.

Belajar untuk memperoleh ilmu adalah wajib, sebagaimana wajibnya beramal. Beramal yang tak didukung ilmu yang benar bisa sia-sia. Sia-sia amal berarti sia-sia hidup di dunia ini yang sebenarnya untuk. Apalagi hanya amal yang akan terus menemani kita saat berada di alam kubur paska kematian.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help