Pliek U, Nostalgia Rasa dengan Cemilan Warisan

Ya, pliek u merupakan makanan legend yang sudah demikian akrab dengan lidah orang Aceh.

Pliek U, Nostalgia Rasa dengan Cemilan Warisan
IST

Laporan Nurul Hayati | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH- Jangan mengaku orang Aceh kalau tidak tahu pliek u.

Kalimat itu mungkin sudah biasa kamu dengar.

Ya, pliek u merupakan makanan legend yang sudah demikian akrab dengan lidah orang Aceh.

Namun, popularitas cemilan khas ini sudah mulai redup.

Bisa jadi karena keberadaannya yang mulai langka atau pun karena modernisasi membuat kuliner daerah tergerus.

Buat kamu yang saat ini kangen bernostagia rasa, Khairul Mubaraq menyuguhkan dalam kemasan siap saji.

“Ide awalnya waktu saya pulang kampung ke Bireuen nyari pliek u sudah susah, jadi pas balik ke Banda Aceh makanan itu kita coba populerkan lagi. Tentu sudah dalam bentuk kemasan untuk membuatnya bergengsi dan digemari kaum muda,” terang founder Pliek U, Khairul Mubaraq.

FYI guys, pliek u merupakan bahasa lokal dari patarana.

Terbuat dari kelapa yang diperam dan kemudian dikukur untuk seterusnya dijemur.

Pliek u yang digunakan sudah dalam kondisi kering betul usai diperah dan diambil minyaknya.

Menjadi bumbu utama dalam olahan sayur pliek.

Salah satu kuliner khas yang menjadi teman menyantap nasi.

Selain itu, pliek u juga lazim dijadikan cemilan.

Pliek u atau patarana yang dalam kondisi kering dengan tekstur berupa gumpalan atau butiran kasar menjadi cocolan buah salak atau rumbia.

Dicampur dengan garam dan cabai rawit.

Menghasilkan citarasa sepet dan pedas di lidah.

Nama itulah yang kemudian menjadi brand usaha milik Khairul.

Ia mengeluarkan dua variasn rasa yaitu pliek u campuran salak dan rumbia serta pasuti (pepaya asam sunti).

Asam sunti merupakan belimbing wuluh yang diperam, digarami, dan dijemur berhari-hari hingga kering dan kecoklatan.

Menjadi bumbu ‘wajib’ dalam aneka olahan masakan Aceh.

Oleh Khairul, asam sunti diracik lagi sedemikian rupa dan diberi potongan pepaya mengkal sebagai teman cocolan.

Untuk menikmati cemilan warisan leluhur ini kamu harus membayar Rp 15 ribu per porsi.

Dijajakan dengan cara keliling.

Buat wisatatawan, kamu juga bisa menenteng pliek u dan asam sunti seharga Rp 30 ribu (porsi besar).

Keduanya tahan hingga hitungan bulan.

Sekembali dari melancong, kamu tinggal mencocolnya dengan aneka buah kesukaan.

Untuk diketahui, usaha yang baru diretas Desember 2016 lalui ini juga sudah membuka cabang di Kota Langsa.

Buat kamu yang ingin coba, catat waktu dan tempatnya ya!

Selasa-Jumat Pliek U mangkal di depan SMAN 4 Lampineung, Banda Aceh.

Sabtu dan Minggu stay di kawasan Ulee Lheu (depan kuburan massal) Banda Aceh.

Kamu bisa tongkrongin mulai pukul 16.30 WIB, kecuali Hari Senin.

Yuk! Nostalgia rasa dengan kuliner warisan leluhur. (*)

Penulis: Nurul Hayati
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help