Proyek APBA Terus Berada di Belakang

KALANGAN Anggota DPRA dari Daerah Pemilihan 10 (Aceh Barat-Aceh Jaya-Nagan Raya-Simeulue) mengungkapkan

Proyek APBA Terus Berada di Belakang
ANGGOTA DPRA Dapil 10, Iskandar Daoed sedang berdialog dengan pengawas pelaksana perbaikan jalan nasional lintas Banda Aceh-Calang di KM 20, Sabtu (4/3). Biaya perbaikan jalan Calang Banda Aceh bersumber dari APBN 2017. 

KALANGAN Anggota DPRA dari Daerah Pemilihan 10 (Aceh Barat-Aceh Jaya-Nagan Raya-Simeulue) mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap kondisi badan jalan provinsi ke wilayah barat yang rusak dan berlubang. Hingga bulan Maret ini, belum ada tanda-tanda kerusakan sarana transportasi itu akan segera ditangani.

Kekecewaan itu diungkap sejumlah Anggota DPRA dari DP 10 antara lain, Iskandar Daoed, Zainal Abidin, Dr Hj Mariati MR MSi, Tgk Abdullah Saleh, Zuriat Suparjo, Mohd Al Fatah, dan lainnya.

Mereka merasa heran kenapa kerusakan di sejumlah ruas jalan provinsi di wilayah barat tersebut belum diperbaiki. Kondisi ini sangat berbeda dengan penanganan ruas jalan nasional yang penanganannya bersumber dari APBN, seperti ruas jalan dari Banda Aceh-Calang dan Tenom-Meulaboh.

Contohnya, pada kilometer 20 Banda Aceh-Leupung, badan jalan yang belubang sudah mulai dilakukan perbaikan. Sejumlah alat berat dan pekerja perbaikan jalan, terlihat sedang bekerja melakukan pengerukan badan jalan yang berlubang, untuk diperbaiki.

Sementara ruas jalan provinsi belum ada tanda-tanda akan ditangani. Contohnya jalan Nagan Raya-Beutong Ateuh, Tutut-Geumpang, Babahrot (Abdya)-Terangon (Gayo Lues), serta sejumlah ruas jalan lainnya yang belum ditangani.

Iskandar Daoed mengatakan, pada saat dokumen KUA dan PPAS 2017 sedang dibahas Komisi-Komisi DPRA bulan Desember 2016 lalu, pihak eksekutif mendesak DPRA untuk secepatnya membahas dan menyetujuinya. Tapi sekarang, setelah APBA 2017 disahkan, malah belum juga dilaksanakan oleh pihak eksekutif.

Menurut dia, penanganan kerusakan jalan di wilayah lintas barat ke tengah masih belum bisa dilakukan, karena proyek untuk perbaikan badan jalan provinsi yang rusak belum ditender. “Karena belum dilelang, belum ada pemenang proyeknya, maka belum ada pihak yang akan memperbaikinya,” ungkap Iskandar.

“Kalau proyeknya saja belum dilelang, bagaimana ada pemenangnya,” tambah dia.

Sementara untuk ruas jalan nasional yang penanganannya bersumber dari APBN, seperti Banda Aceh-Calang, sudah ditangani karena proyeknya sudah ditender pada bulan Desember 2016 dan Januari 2017 lalu.(*)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved