Zaini Akan Periksa Ulang Proyek APBA 2017

Gubernur Zaini Abdullah mengakui sampai saat ini belum mengumumkan ratusan paket proyek fisik

Zaini Akan Periksa Ulang Proyek APBA 2017

BANDA ACEH - Gubernur Zaini Abdullah mengakui sampai saat ini belum mengumumkan ratusan paket proyek fisik pengadaan barang dan jasa konsultan yang bersumber dari APBA 2017 karena akan memeriksa ulang semua paket tersebut.

“Saya tak ingin membeli kucing dalam karung, makanya setiap paket proyek yang mau dilelang harus jelas, bukan penumpang gelap,” begitu penjelasan Gubernur Zaini Abdullah kepada Serambi usai rapat persiapan Penas KTNA 2017, Senin (6/3) di ruang khusus P2K Setda Aceh.

Menurut Zaini, pemeriksaan ulang paket proyek APBA 2017 dijadwalkan pada 9-10 Maret 2017 setelah rapat evaluasi persiapan pelaksanaan APBA 2017, Kamis (9/3). Sedangkan pengumuman proyeknya, lanjut gubernur, akan dilaksanakan 13 Maret 2017 di media cetak lokal yang diharapkan pada 15 Mei 2017 sudah ada paket proyek yang ditandatangani kontraknya secara serentak.

Sebenarnya, kata Zaini, pada Maret ini sudah ada beberapa paket proyek fisik APBA 2017 yang diumumkan lelangnya di website Pemerintah Aceh pada Layanan Pengadaan Lelang Secara Elektronik (LPSE) di www.lpse.acehprov.go.id. Proyek fisik yang diumumkan itu adalah yang mendukung pelaksanaan Pekan Nasional (Penas) Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) XV/2017.

Di antaranya, pengaspalan jalan Kompleks Stadion Harapan Bangsa di Banda Aceh senilai Rp 5 miliar, lokasi tempat kegiatan pembukaan dan penutupan Penas KTNA yang kegiatannya akan berlangsung 6-11 Mei 2017. “Ada lima paket proyek fisik yang sudah diumumkan minggu ini di website LPSE Pemerintah Aceh. Lainnya akan menyusul,” katanya.

Menurut Gubernur Zaini Abdullah, keterlambatan pelaksanaan paket proyek APBA 2017 disebabkan banyak faktor. Antara lain, pengesahan APBA 2017 senilai Rp 14,7 triliun baru dilakukan DPRA pada 30 Januari 2017 atau saat dirinya cuti kampanye Pilkada 2017 dan baru aktif kembali pada 11 Februari 2017.

Selain itu, menjelang pengesahan RAPBA 2017, muncul isu ada 119 paket proyek siluman senilai Rp 650 miliar akan diselundupkan kelompok tertentu masuk dalam dokumen KUA dan PPAS 2017 sebagai penumpang gelap.

“Setelah semua paket proyek itu kita periksa, segera diumumkan di media cetak lokal secara terbuka. Ini penting diketahui publik tidak hanya untuk transparansi dan akuntabilitas tapi rakyat Aceh patut mengetahui paket proyek apa saja yang akan dikerjakan Pemerintah Zaini Abdullah pada akhir jabatannya,” demikian Gubernur Zaini.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved