Disebut tak Peduli pada Asrama, Pemkab Abdya Bantah Tudingan Mahasiswa

Demikian pernyataan yang disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Aceh Barat Daya di Banda Aceh, Emil Salim kepada Serambinews.com, Rabu (8/3/2017).

Disebut tak Peduli pada Asrama, Pemkab Abdya Bantah Tudingan Mahasiswa
SEJUMLAH mahasiswa Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menyegel asrama milik mereka sendiri yang beralamat di Gampong Lamgapang, Kecamatan Kreung Barona Jaya, Aceh Besar, Selasa (7/3), sebagai bentuk protes karena selama ini Pemerintah Abdya dinilai tidak peduli terhadap kondisi asrama yang sudah rusak dan tidak berlistrik. 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat Daya (Abdya) membantah tudingan Ketua Asrama Mahasiswa Abdya, Khalis Surry, yang menyebutkan pemerintah tidak peduli dengan kondisi asrama mahasiswa di Gampong Lamgapang, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar.

Pemerintah mengklaim telah banyak membantu dengan menganggarkan dana untuk perawatan instalasi listrik, gedung, dan air.

Demikian pernyataan yang disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Aceh Barat Daya di Banda Aceh, Emil Salim kepada Serambinews.com, Rabu (8/3/2017).

"Sejak tahun 2016-2017 pemerintah kabupaten selalu menganggarkan biaya untuk perawatan instalasi listrik, gedung, dan air.

Bahkan pada akhir tahun 2016 kita baru saja melakukan perbaikan pintu kamar yang rusak dan memasang mesin pompa air yang baru," katanya.

Emil mengatakan, selama ini Pemkab sudah menanggung semua biaya listrik dari tiga asrama yang berada dalam satu kompleks itu yaitu asrama bantuan aspirasi anggota DPRA, Al Manar dibangun 2009, asrama bantuan Pemerintah Arab Saudi dibangun 2012, dan asrama bantuan PT Pertamina (Persero) dibangun 2013.

Khusus asrama bantuan PT Pertamina (Persero) yang tidak ada listrik hingga saat ini, Emil menjelaskan karena telah meledaknya travo meter di gedung tersebut.

Untuk mengatasi hal ini, Pemkab telah menganggarkan biaya perawatan listrik dalam APBK 2017. Tapi karena APBK 2017 di Perbupkan, maka realisasinya menjadi terlambat.

"Terkait penganggaran ini kami juga sudah menyampaikan informasi kepada salah satu pengurus asrama yang mudah kami hubungi yaitu saudara Usmadi dan kami meminta agar mahasiswa yang tinggal di asrama untuk bersabar," ungkapnya.

Emil juga membantah pernyataan mahasiswa yang menyebutkan Qanun atau Perbup yang mengatur tentang asrama belum selesai dibahas.

Menurut Emil, qanun yang mengatur tentang pengelolaan asrama mahasiswa Abdya telah ada sejak tahun 2013, yaitu Qanun Nomor 3 Tahun 2013 tentang pengelolaan asrama mahasiswa Abdya di Banda Aceh. Qanun ini lahir atas dasar inisiatif DPRK Periode 2009-2014.

Sedangkan Perbub juga telah diterbitkan pada tahun 2016, yaitu Peraturan Bupati Aceh Barat Daya No 33 Tahun 2016 Tentang tatacara pengelolaan, pengurusan dan penghunian asrama mahasiswa milik pemerintah Kabupaten Abdya yang ditetapkan di Blangpidie pada 29 September 2016.

Bahkan Perbup itu juga sudah disosialisasi di Hotel 88, Banda Aceh, pada 28 Oktober 2016. (*)

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help