SerambiIndonesia/

Gubernur Didesak Usut Kasus RSUZA

Massa yang menamakan diri Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Aceh, Rabu (8/3) berdemo ke Kantor Gubernur Aceh

Gubernur Didesak Usut Kasus RSUZA - direktur-rsudza-dr-fachrul-jamal-didampingi_20170309_091551.jpg
Direktur RSUDZA, dr Fachrul Jamal didampingi Ketua Komisi VI DPR Aceh, T Iskandar Daod SE bersama anggota Komisi VI DPRA memberikan keterangan pers usai menggelar rapat tertutup di ruang komisi VI, Rabu (8/3). Rapat tersebut membahas proses rekrutmen tenaga kontrak di RSUZA, yang dinilai bermasalah. SERAMBI/BUDI FATRIA
Gubernur Didesak Usut Kasus RSUZA - demonstran-yang-menamakan-diri-gerakan-mahasiswa_20170309_091539.jpg
Demonstran yang menamakan diri Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Aceh, menggelar aksi unjukrasa di depan Kantor Gubernur Aceh, Rabu (8/3/20017). Mereka meminta pembatalan pengumuman dan pendaftaran ulang seleksi penerimaan tenaga kontrak di RSUZA, Banda Aceh. SERAMBI/M ANSHAR

* Permintaan Mahasiswa Saat Demo

BANDA ACEH - Massa yang menamakan diri Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Aceh, Rabu (8/3) berdemo ke Kantor Gubernur Aceh. Salah satu tuntutan mereka adalah mendesak Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah untuk mengusut tuntas kasus rekrutmen tenaga kontrak Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUZA) yang diduga sarat kecurangan.

Koordinator Aksi, Azrul Rizki mengatakan, pihaknya menolak hasil rekrutmen RSUDZA, karena dinilai berlangsung tak sesuai prosedur. Menurutnya, tes tersebut harus diulang. Sebab, masyarakat khususnya peserta tes yang jumlahnya ribuan orang tak bisa menerima hasil kelulusan yang sudah diutak-atik secara sepihak oleh RSUZA.

Massa juga menuntut Gubernur memecat semua panitia seleksi itu, termasuk Direktur RSUZA jika terbukti berbuat curang dalam proses tersebut. “Tindaklanjuti nama-nama yang diduga sebagai peserta ‘siluman’ di rekrutmen tenaga kontrak di RSUZA,” pintanya.

Sebelumnya, Komisi VI DPRA menggelar rapat dengan direksi dan panitia rekrutmen tenaga kontrak RSUZA. Rapat itu dihadiri Ketua dan sejumlah anggota Komisi VI DPRA. Sedangkan dari RSUZA hadir Direktur dr Fachrul Jamal SpAN KIC, Wadir PSDM sekaligus Ketua Panitia, Fakhruddin MSi, dan pejabat lainnya.

Iskandar Daod yang dimintai tanggapannya seusai rapat mengatakan, perubahan kebijakan dalam proses rekrutmen tenaga kontrak itu sebenarnya tidak wajar. Jika pun harus dilakukan, menurutny, maka panitia harus menyampaikannya ke masyarakat terutama peserta. “Rekrutmen harus transparan, meski panitia berniat baik untuk mengutamakan tenaga bakti,” kata dia.

Ditambahkan, Komisi VI DPRA menyarankan pihak RSUZA dan panitia tes untuk melaporkan hal itu ke Gubernur Aceh. “Karena hasil tes sudah ada dan banyak peserta yang tidak lolos kecewa, maka kami minta RSUZA melaporkan hal itu kepada gubernur untuk dicarikan solusinya,” saran Iskandar Daod.

Direktur RSUZA, dr Fachrul Jamal menjelaskan, konsep rekrutmen tenaga kontrak berawal dari keinginan manajemen RS tersebut untuk mengakomodasi tenaga bakti yang jumlahnya hampir 600 orang. Namun dengan berbagai pertimbangan, menurut Fachrul, panitia akhirnya membuka kesempatan untuk umum.

“Dari pengumuman awal, kami sudah tuliskan bahwa diutamakan orang yang berpengalaman di bidangnya. Tapi, daripada dinilai tidak fair, maka kami buka kesempatan ke publik. Kebijakan itu kita putuskan secara internal oleh direksi RSUZA dan panitia,” jelas Fachrul Djamal dalam konferensi pers sesuai pertemuan dengan Komisi VI DPRA, kemarin.

Disebutkan, ada 2.000 peserta yang mengikuti psikotes yang dilakukan Fakultas Psikologi Unsyiah. Awalnya, kata Fachrul, pihaknya meminta peserta dengan nilai psikologi per itemnya 4-5 yang dinyatakan lulus. “Tapi, karena peserta tes yang mampu meraih nilai 4 hanya satu orang, maka kami menurunkan range nilai kompetensi peserta yang lulus menjadi 2 sampai 4,” ungkap Fachrul.

Dengan kebijakan itu, lanjutnya, peserta yang lulus pada tahap akhir dan berhak menjadi tenaga kontrak RSUZA sebanyak 500 orang plus 61 orang lulus cadangan. Dari jumlah itu, lebih banyak peserta umum yang lulus dibanding tenaga bakti. “Dari total yang lulus hanya 186 orang dari tenaga bakti RSUZA, sedangkan sisanya dari peserta umum,” pungkasnya.(fit)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help