SerambiIndonesia/
Home »

Opini

Opini

RSZA, Rumah Sakit Zaman Aladin

KONON, lampu ajaib berbentuk teko yang ditemukan Aladin --tokoh dongeng dalam “Kisah 1001 Malam”

RSZA, Rumah Sakit Zaman Aladin

Oleh Herman RN

KONON, lampu ajaib berbentuk teko yang ditemukan Aladin --tokoh dongeng dalam “Kisah 1001 Malam”-- bisa mengeluarkan jin sakti. Jin itu baru keluar dari dalam teko setelah ada yang menggosok teko tersebut. Orang yang menggosok teko itu akan menjadi tuan dan jin menjadi abdi yang siap sedia mengabulkan permintaan si tuan. Kesaktian si jin mampu mengabulkan semua permintaan si tuan, mulai dari yang ringan sampai yang berat bagi ukuran manusia normal.

Tersebutlah ada sebuah Rumah Sakit Zaman Aladin yang boleh disingkat menjadi RSZA. Sebagai sebuah instansi pelayanan kesehatan zaman Aladin, di rumah sakit tersebut mungkin ada si tuan jin yang mampu melakukan sesuatu, termasuk memunculkan nama-nama “siluman” dalam daftar penerimaan pegawai atau tenaga kontrak. Pasalnya, beberapa nama tidak tertera dalam daftar kelulusan tes sebelumnya, tetapi bisa lulus di tahap akhir. Tentu ini ada ulah jin sakti dan tuannya.

Kabar yang disebar oleh sejumlah surat kabar baik cetak maupun during, ada “siluman” yang masuk dalam daftar penerimaan tenaga kontrak di rumah sakit zaman Aladin. Ternyata hal ini bukan sekadar kabar, tetapi memang benar dan diakui oleh bos RSZA.

Bos RSZA kemudian mencoba memberikan alibi bahwa dua nama yang lulus di hasil akhir setelah pertimbangan penurunan standar kelulusan. Pertanyaan penting, mengapa standar kelulusan baru muncul di sesi akhir, sementara dua nama tersebut tidak lulus psikotes di jenjang sebelumnya?

Hemat saya, jika hanya “nama siluman” yang disisipkan tentu masih sangat sederhana, karena idealnya rumah sakit zaman Aladin bukan hanya mampu menyulap manusia menjadi siluman, tetapi juga mengubah manusia menjadi jin beserta koloninya.

Bukan hal baru
Saya berani katakan begini, karena peristiwa “siluman” ataupun “anak jin” yang disisipkan sebenarnya bukan hal baru di lingkungan RSZA. Hanya saja mungkin baru kali ini ketahuan media, sehingga menjadi perbincangan khalayak. Oleh karena itu, sudah saatnya kepala pemerintahan Aceh, anggota dewan, dan ombudsman memberikan aksi sekaligus sanksi.

Masyarakat luas tentu ingin tahu siapa sebenarnya “tuan jin” yang telah menggosok teko Aladin di RSZA, sehingga ada nama-nama “jin” yang keluar pada pengumuman hasil akhir. Sejauh ini, baru terdeteksi dua nama “jin” yang tidak lulus psikotes, tetapi muncul pada pengumuman hasil akhir.

Di balik ini semua, bisa jadi ada nama lain yang tidak tertulis di pengumuman tahap akhir, tetapi akan tercatat dalam daftar tenaga kontrak kelak. Khalayak tidak pernah tahu pasti soal itu, tetapi semua bisa terjadi karena memang begitu lumrahnya rumah sakit zaman Aladin, yakni cukup gosok teko Aladin, semua nama siluman dan jin bisa berada di rumah sakit zaman Aladin.

Jika gubernur atau anggota dewan tidak mau mengambil tindakan tegas atas preseden buruk di rumah sakit zaman Aladin itu, bisa jadi hal ini akan mewabah di tahun-tahun berikutnya yang berimbas pada kualitas pelayanan. Sering kita dengar, pelayanan kesehatan di negeri ini seperti pelayanan Aladin, yakni siapa yang kuat menggosok teko ajaib, dialah yang lebih utama dilayani. Adapun rakyat kecil yang tidak punya teko ajaib sering mendapatkan kekecewaan.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help