SerambiIndonesia/

Tafakur

Hari Berharga

Umumnya kita telah hidup ribuan hari di dunia ini, tetapi belum satu hari pun memperoleh hari yang paling

Hari Berharga

Oleh: Jarjani Usman

“Tidak Kuciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka beribadah kepada Ku” (QS. adz-Dzaariyaat: 56).

Umumnya kita telah hidup ribuan hari di dunia ini, tetapi belum satu hari pun memperoleh hari yang paling berharga. Kegagalan itu bukan karena tak menginginkannya, tetapi lebih karena perbedaan tujuan hidup.

Seperti orang-orang yang merasa sangat bahagia bila mampu melaksanakan shalat berjamaah di masjid setiap waktu dalam hari-harinya. Hari-hari akan dirasakan berharga bila mampu melaksanakannya dengan sempurna, baik shalat wajib maupun sunat. Ada ketenangan batin yang sulit dilukiskan dengan kata-kata bila beribadah kepada Allah. Sehingga orang-orang seperti akan merasa rugi bila tak sempat melakukannya satu kali saja.

Berbeda dengan orang-orang yang mementingkan dunia, yang akan merasa rugi bila, misalnya, tak sempat menonton pertandingan sepak bola sekali saja. Bahkan, saking mencintai permainan bola kaki, tak sedikit pun waktunya mau disisihkan untuk shalat berjamaah manakala pertandingan sedang berlangsung. Sehingga tak jarang terlihat, saat beberapa orang sedang shalat berjamaah di masjid, banyak orang sedang menonton pertandingan bola kaki di warung-warung.

Sayangnya, kehilangan orientasi hidup di dunia ini yang diderita sebahagian di antara kita, tak mau dicoba sadari. Apalagi pertandingan demi pertandingan sepak bola terus berlangsung. Belum habis liga Champion, sudah mulai Liga Inggeris, Liga Spanyol, Liga Eropa, dan liga-liga lain. Permainan-permainan dunia itu terus menyetir dan menyita waktu hidup kita, hingga melupakan tujuan hidup yang sebenarnya. Keadaan demikian terus berlangsung hingga akhir hayat.

Na’uzubillah.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help