SerambiIndonesia/
Home »

Opini

Jangan Abaikan Amar Makruf Nahi Munkar

AMAR makruf dan nahi munkar memiliki peranan penting dalam Islam. Kewajiban atas semua pribadi muslim

Jangan Abaikan Amar Makruf Nahi Munkar
Muharrir Asy’ari 

AMAR makruf dan nahi munkar memiliki peranan penting dalam Islam. Kewajiban atas semua pribadi muslim ini bukan perkara remeh yang bisa diabaikan begitu saja. Sebab, eksistensi tegaknya syariat Islam di suatu negeri cukup bergantung pada berjalan atau tidaknya perintah tersebut sebagai inti agama Islam.

Jika umat Islam meninggalkan amar makruf nahi munkar ini, maka kemungkaran akan menyebar dan kerusakan akan meluas. Bila kondisi sudah demikian, maka azab pun akan diturunkan kepada seluruh komponen masyarakat. Ini juga menjadi salah satu penyebab ditolaknya doa oleh Allah SWT.

Demikian antara lain disampaikan Ustaz Dr H Muharrir Asy’ari Lc MAg, Rektor Universitas Muhammadiyah (Unmuha) Aceh, saat mengisi pengajian rutin Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) di Rumoh Aceh Kupi Luwak, Jeulingke, Rabu (8/3) malam.

“Urusan agama dalam Islam ini bukan urusan pribadi, tapi kewajiban setiap pribadi muslim untuk menyeru kepada yang makruf dan mencegah yang munkar. Ketika amar makruf dan nahi munkar ini ditinggalkan, maka akibat yang ditimbulkannya kerusakan di mana-mana, menimbulkan kemurkaan Allah, dan doa kita juga ditolak,” ujar Ustaz Muharrir.

Disebutkannya, inti ajaran Islam adalah mengajak kepada seluruh kebaikan dan mencegah seluruh kemungkaran. Umat ini akan menjadi umat terbaik selama menjalankan praktik amar makruf dan nahi munkar.

Tentunya setelah iman kepada Allah seperti yang difirmankan Allah dalam Surat Ali Imran ayat 110 yang artinya, “Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk umat manusia, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar dan beriman kepada Allah”.

Allah telah menjelaskan ciri khas masyarakat muslim, yaitu melakukan amar makruf dan nahi munkar, ditambah dengan menegakkan shalat dan zakat. Dalam suatu Hadits, Rasulullah bersabda “Demi zat yang jiwaku di tangan-Nya, hendaknya kalian betul-betul melaksanakan amar makruf nahi munkar atau (jika kalian tidak melaksanakan hal itu) maka sungguh Allah akan mengirim kepada kalian siksa, kemudian kalian berdoa kepada-Nya, akan tetapi Allah tidak mengabulkan doa kalian.” (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi).

Dengan konsep amar makruf nahi munkar ini, maka akan tercipta kewajiban bersama bahwa kita wajib saling mengingatkan dalam beragama, bahwa Islam itu bukan hanya di masjid tapi juga dalam semua aspek kehidupan. “Hanya konsep sekuler ala Barat yang menganggap agama itu urusan pribadi. Kita umat Islam, tidak boleh seperti itu, agama itu bukan hanya milik pribadi, tapi urusan kita bersama. Seperti kita bertanya kenapa orang muslim tidak shalat. Jika dibilang urusan pribadi, itu konsep sekuler barat,” ungkapnya.

Pada pengajian rutin KWPSI tersebut, Ustaz Muharrir Asy’ari juga menegaskan, dalam pelaksanaan syariat Islam di Aceh itu berjalan dengan tegak, maka semua komponen masyarakat harus sepakat, dan seiya sekata.

“Semua harus sepakat dan kompak, jika tidak akan menimbulkan fitnah di masyarakat. Dimulai dari diri sendiri (ibda’ binafsih), keluarganya, dan kemudian masyarakat luas akan baik dengan aturan hukum dan regulasi syariat yang tegas berlaku untuk semua. Jika hukum syariat hanya untuk orang kecil, dan orang besar bebas, itu awal dari kerusakan umat,” sebutnya.(*/nal)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help