SerambiIndonesia/
Home »

Opini

Opini

Memperkokoh Semangat Persaudaraan Islami

ISLAM adalah agama, yang tidak hanya mengatur hubungan vertikal antara manusia dengan Khaliq-nya (hablum-minallah)

Memperkokoh Semangat Persaudaraan Islami

Oleh Marhamah

“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah di antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-Hujurat: 10).

ISLAM adalah agama, yang tidak hanya mengatur hubungan vertikal antara manusia dengan Khaliq-nya (hablum-minallah), akan tetapi juga membina hubungan harmonis secara horizontal dengan sesama manusia dan alam sekitar (hablum-minannas). Orang yang sengsara di hari kiamat nanti, bukan hanya orang yang tidak membangun hubungan baik dengan Allah. namun mereka yang tidak mampu mengaplikasikan tuntunan Allah dan Rasulullaah dalam membangun hubungan harmonis dengan makhluk Allah Swt. Maka, seorang muslim harus berusaha untuk men-tawazun-kan (menyeimbangkan) antara hablum-minallah dengan hablum-minannas.

Dalam ajaran Islam, persaudaraan (ukhuwah) sangatlah penting, seperti dilakukan oleh Rasulullah saw ketika hijrah ke Madinah. Saat itu, Nabi saw mempersaudarakan secara Islam (muaakhah Islamiyah) para pengikutnya baik dari golongan Muhajirin (orang yang hijrah dari Mekkah), maupun golongan Anshar (penduduk Madinah yang telah beriman). Persaudaraan seperti ini yang mengikat sesama muslim untuk bersatu-padu dengan kokoh, yang dilandasi ajaran Allah termasuk cinta dan kasih sayang. Rasulullah saw bersabda, “Orang mukmin dengan mukmin lainnya bagaikan suatu bangungan kokoh yang saling menguatkan antara satu dengan lainnya.” (HR. Bukhari, Muslim, Tarmidzi dan Nasai’ dari Abu Musa Al-Asy’ari).

Persaudaraan adalah ikatan psikologis, ikatan spiritual, ikatan kemanusiaan yang tumbuh dan berkembang amat dalam di dalam hati nurani setiap orang, melekat dan terintegrasi menjadi satu kesatuan dalam berpikir, bersikap dan bertindak. Ikatan persaudaraan ini muncul karena kesamaan iman, kesamaan pola pikir, kesamaan mind set, kesamaan aspirasi, kesamaan kebutuhan, dan kesamaan cita-cita dan harapan dalam hidup bermasyarakat. Persaudaraan ini kental dengan values yang menjadi dasar dinamika kehidupan seseorang, kelompok, dan masyarakat.

Persaudaraan mengandung makna kesadaran, rasa tanggung jawab, kepedulian atau solidaritas untuk membantu, atas dasar kesamaan iman dan takwa, kesamaan dan kebersamaan sebagai manusia, makhluk ciptaan Allah yang paling mulia dan sempurna, rasa empati dan kasih sayang yang mendalam yang tumbuh menjadi satu kepribadian muslim yang utuh. Pikiran dan daya dihimpun dan dimobilisir dalam satu upaya bersama untuk melakukan sesuatu yang dapat mengeluakan saudaranya sesama muslim dari kesulitan. Inilah esensi makna praktis dari values yang terkandung dalam persaudaraan.

Saling peduli
Rasulullah saw menekankan pentingnya membangun persaudaraan Islam dalam batasan-batasan praktis dalam bentuk saling peduli dan tolong menolong. Dengan bekerja sama dan saling tolong-menolong inilah terwujud masyarakat yang penuh dengan kebajikan, kejujuran, kemakmuran dan kedamaian. Dalam Islam, persaudaraan mengandung makna sebagai instrument perjuangan yang mulia dan sebagai strategi yang bersifat universal untuk menciptakan kemakmuran, keadilan, dan kedamaian bagi manusia di alam semesta ini.

Persaudaraan dalam Islam bukan saja mencirikan kualitas ketaatan seseorang terhadap ajaran Allah dan Rasul-Nya, tetapi juga sekaligus merupakan salah satu kekuatan perekat sosial untuk memperkokoh kebersamaan. Fenomena kebersamaan ini dalam banyak hal dapat memberikan inspirasi solidaritas, sehingga tidak ada lagi jurang yang dapat memisahkan silaturahmi di antara umat manusia sebagai makhluk sosial yang dianugrahi kesempurnaan. Meskipun demikian, dalam perjalanan sejarahnya, bangunan kebersamaan ini seringkali terganggu oleh godaan-godaan kepentingan yang dapat merusak keutuhan komunikasi dan bahkan mengundang sikap dan prilaku yang saling berseberangan.

Karena itu, semangat ukhuwah ini secara sederhana dapat terlihat dari ada atau tidak adanya sikap saling memahami untuk menumbuhkan interaksi dan komunikasi. Persaudaraan Islam, di satu sisi merupakan jalan yang dapat ditempuh untuk membangun komunikasi, dan di sisi lain, ia juga memberikan semangat baru untuk sekaligus melaksanakan ajaran sesuai dengan petunjuk Alquran serta teladan dari para Nabi dan Rasul-Nya.

Seorang muslim sejati akan merasa bangga jika dapat menolong saudaranya sesama muslim dari kesulitan yang dihadapinya, baik kesulitan material maupun nonmaterial. Diingatkan oleh Rasul Saw: “Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, tidak akan dianiayanya dan dimusuhinya. Siapa yang menolong kebutuhan orang lain, niscaya Allah akan memenuhi kebutuhannya. Dan siapa yang melapangkan kesulitan seorang muslim di dunia, niscaya Allah akan melapangkan atau melepaskannya nanti dari kesulitan di hari kiamat.” (Muttafaq `Alaih).

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help