SerambiIndonesia/

Kelompok Usaha Produktif Dilatih Menganyam

Sebanyak 50 anggota Kelompok Usaha Produktif (KUP) Kecamatan Arongan Lambalek, Aceh Barat, dilatih menganyam

Kelompok Usaha Produktif Dilatih Menganyam
SERAMBINEWS.COM/SARI MULIYASNO
Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Agus Kriswanto bersama isteri melihat tikar pandan hasil anyaman isteri prajurit TNI Kodim 0115/Simeulue, saat melakukan kunjungan kerja ke Simeulue, Sabtu (8/8/2015). 

MEULABOH - Sebanyak 50 anggota Kelompok Usaha Produktif (KUP) Kecamatan Arongan Lambalek, Aceh Barat, dilatih menganyam dari bahan tanaman eceng gondok. Kegiatan yang berlangsung 4 hari 9-12 Maret 2017 itu diselenggarakan oleh mahasiswa KPM Inovatif gelombang ketiga UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan Kolaborasi masyarakat dan pelayanan untuk kesejahteraan (KOMPAK).

Salah seorang panitia pelaksana, Teuku Alfajri mengatakan, pelatihan anyaman berbahan dasar tanaman eceng gondok merupakan serangkaian program dalam rangka menyelaraskan program Universitas Membangun Desa (UMD) bertujuan untuk memanfaatkan limbah eceng gondok dan menambah wawasan untuk meningkatkan pendapatan para pengrajin.

“Pelatihan ini difokuskan di tiga titik di Kecamatan Arongan Lambalek, yang berasal dari 3 kelompok usaha produktif, masing-masing KUP beudoh beusaree, Tabina Bersama dan KUP Ingin Maju yang ada di gampong Peulanteu, Arongan Lambalek,”kata Fajri kepada Serambi, Jumat (10/3).

Sementara itu, Keuchik Gampong Peulanteu, Arongan Lambalek Aceh Barat, Ibnu Sakdan dalam sambutannya berharap agar peserta betul-betul serius dalam mengikuti kegiatan pelatihan ini dan memanfaatkan ilmu yang diberikan selama pelatihan agar bisa diterapkan.

Dalam kesempatan tersebut, Slamet selaku instruktur mengatakan, bahwa selama ini enceng gondok, umumnya menurut masyarakat menganggap keberadaannya mengganggu aliran sungai yang mengakibatkan banjir sehingga tanaman tersebut dianggap hama oleh masyarakat.

“Banyak yang belum mengetahui kalau tumbuhan liar yang ada di sekitar kita bermanfaat seperti eceng gondok. Padahal bila kita memanfaatkan dan mengolah menjadi produk kerajinan pasti memiliki nilai jual yang tinggi,”jelasnya.(rel/mis)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help