SerambiIndonesia/

Kala Ontelis Berdinas ala Tempo Doeloe

ABDURRAHMAN, lelaki gaek tapi masih tampak enerjik di usia 84 tahun itu, seakan menjadi jembatan lintas sejarah

Kala Ontelis Berdinas ala Tempo Doeloe
WALIKOTA Banda Aceh terpilih H Aminullah Usman SE.Ak MM, berpose sejenak dengan komonitas ontelis GAA, usai pengukuhan pengurus GAA periode 2017-2020 di kediaman Aminullah Usman, Minggu (12/3) 

ABDURRAHMAN, lelaki gaek tapi masih tampak enerjik di usia 84 tahun itu, seakan menjadi jembatan lintas sejarah, ketika limapuluhan pengayuh sepeda ontel, membelah keramaian lalu lintas di jantung Kota Banda Aceh, Minggu (12/3) kemarin.

Ya...lelaki kelahiran Jangka, Bireun yang masih sigap mengayuh sepeda ontel dan mengaku mengayuh sepeda klasik sejak zaman kolonialis Belanda itu, menjadi bagian dari upaya menapaktilasi sejarah, tentang sebuah tradisi budaya tempo doeloe yang coba dihidupkan lagi oleh komonitas pencinta sepeda ontel yang tergabung dalam Gari Awak Awai (GAA) Banda Aceh, kemarin.

Lengkap dengan pakaian kebesaran, mulai dari level asisten wedana, governoor hingga general bintang lima dan anemer kebon, bahkan petani serta ustad sekalipun, para ontelis itu menghelat karnaval keliling kota, sebagai bagian dari peringatan HUT ke-10 GAA Kota Banda Aceh.

Seperti diungkapkan Ketua GAA, Drs H Nurdin Fjoes yang didampingi ketua demosioner, H Said Ibrahim Zahir, kegiatan HUT ke-10 itu juga dirangkai dengan Pengukuhan Pengurus GAA Periode 2017-2020, oleh Pembina GAA Banda Aceh, H Aminullah Usman SE.Ak MM yang juga walikota terpilih Banda Aceh 2017-2022.

Selain itu juga dilaksanakan khanduri molod GAA di lokasi pengukuhan, tepatnya di kediaman Aminullah Usman. Karena khanduri molod itu pula, konvoi ontelis GAA kali ini diwarnai dengan idang meulapeh yang dibawa di boncengan sepeda. Situasi ini mengingatkan era tempo doeloe, ketika gari digunakan mengangkut idang molod di masjid atau meunasah.

Konvoi GAA yang diawali motor vorijdeers itu menjadi tontonan dan hiburan tersendiri bagi warga yang menghuni serta melintasi pusat kota. Tiba tiba awak awai itu berubah menjadi bak selebriti, karena pakaian dan perlengkapan yang unik. Mereka menjadi bahan rekaman untuk para video amatir.

Ontel jadul dengan merek gazele, valuas atau bahkan generasi phoenix, terlibat dalam konvoi budaya itu. Para anemeer lengkap dengan topi serta pakaian dinas. Bahkan para general, bak mengulang sejarah seakan pergi berdinas, lengkap dengan tas kerja serta ‘pistol’ yang tersangkut di sadel samping sepeda. Warga seakan diajak menelusuri lorong waktu ke era kolonial VOC Belanda, ketika kring kriing ontel dengan bunyian beragam menjadi pesona tersendiri.

Setelah berkeliling pusat kota, konvoi ontelis yang diikuti pesrta lintas profesi itu diterima oleh H Aminullah bersama sang istri Ny Hj Nurmiati di kediaman di Lampaseh Kota.

Saat mengukuhkan pengurus GAA periode 2017-2020, Aminullah berharap agar komonitas ontelis itu menjaga kekompakan hingga makin eksis sebagai sebuah lembaga penjaga budaya. “Kita akan libatkan GAA sebagai bagian menghidupkan budaya keacehan, dan ini akan menjadi daya tarik sendiri bagi Kota Banda Aceh di masa mendatang,” kata Aminullah.

Selain itu kata Aminullah, keberadaan GAA juga terkait dengan misi pemerintahannya, untuk menggali dan menghidupkan budaya masa lalu di Kota Banda Aceh, sekaligus menjadikan Banda Aceh sebagai Kota Budaya.

Acara pengukuhan itu juga diwarnai dengan tausiyah oleh Ustad Rustandi yang juga anggota GAA. Rangkaian kegiatan ditutup dengan pajoh khanduri molod yang merupakan sumbangan dari anggota GAA serta dari tuan rumah tentunya.

Di penghujung acara, dilakukan sesi foto bersama GAA dengan Walikota Banda Aceh terpilih. Bahkan Aminullah Usman sempat menjajal sebuah sepeda ontel dengan berkeliling lokasi acara di Lapangan Tennis Aceh Tennis Club. “Dulu saat bersekolah di Woyla dan Meulaboh, juga naik sepeda kok,” tutur Aminullah disambut tepuk tangan para ontelis.(nur)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help