SerambiIndonesia/

Pembangunan SD Sumbangan Pembaca Serambi Dimulai

Hadir juga Pemimpin Perusahaan Serambi Indonesia Mohd Din, Redpel Serambi Indonesia merangkap pimpinan proyek

Pembangunan SD Sumbangan Pembaca Serambi Dimulai
SERAMBINEWS.COM/YARMENDINAMIKA

Laporan Yarmen Dinamika l Leungputu

SERAMBINEWS.COM, LEUNGPUTU -  Uang sumbangan dari para pembaca Harian Serambi Indonesia, Tribun Grup, dan pendengar Radio Sonora sekitar Rp 1,4 miliar untuk korban gempa Pidie Jaya (Pijay) mulai dimanfaatkan.

Dialokasikan untuk pembangungan SD Negeri Langien, Kecamatan Bandar Baru, Pijay yang rusak parah akibat diguncang gempa tektonik berskala 6,5 skala Richter pada 7 Desember 2016.

Menandai pelaksanaan proyek pembangunan  SDN Langien tersebut, telah dilakukan penandatanganan nota kesepahaman bantuan kemanusiaan PT Aceh Media Grafika (Harian Serambi Indonesia) antara Pemimpin Umum Harian Serambi Indonesia, H Sjamsul Kahar dengan Pemkab Pidie Jaya yang diwakili Wakil Bupati Pidie, Said Mulyadi SE, MSi di halaman SD tersebut, Selasa (13/3/2017) pagi.

Seusai penandatangan nota kesepahaman tersebut dilanjutkan dengan peusijuek tapak fondasi oleh Imam Masjid Kemukiman Langien, Leungputu, Tengku Muhammad Yunus Usman. Kemudian dilanjutkan dengan peletakan batu pertama oleh Wakil Bupati Pijay Said Mulyadi dan Pemimpin Umum Serambi Indonesia, Sjamsul Kahar.
Peletakan batu pertama itu dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pidie, sejumlah kepala dan dewan guru, serta seluruh murid SD tersebut yang berjumlah 80 orang.

Hadir juga Pemimpin Perusahaan Serambi Indonesia Mohd Din, Redpel Serambi Indonesia merangkap pimpinan proyek pembangunan SDN Langien Yarmen Dinamika, Wapimpro Muhammad Jafar, kontraktor pelaksana dari CV Alfhas Konstruksi, Syahrul SSi dan Safri Ismi ST.

Gedung SDN Langien, Bandar Baru yang dibangun itu mencakup tiga ruang kelas baru (RKB), satu pustaka, lima toilet, serta rehab ruang guru dan sejumlah RKB yang rusak ringan, termasuk membangun pagar sekeliling sekolah.

Pekerjaan ini menghabiskan anggaran Rp 1.396.645.000, sesuai dengan jumlah sumbangan publik yang berhasil dihimpun melalui "Dompet Bencana Pijay" di Serambi Indonesia, Tribun Grup, dan Radio Sonora, Jakarta. Di antara donasi itu ada yang berasal dari Pemko Yogyakarta sekitar Rp 80 juta.

Wabup Pijay, Said Mulyadi menyatakan terima kasih setinggi-tingginya atas bantuan dari para pembaca Harian Serambi Indonesia dan Tribun  Grup, dan pendengar Radio Sonora untuk meringankan derita para korban gempa Pijay.

Secara spesifik Wabup Pijay berterima kasih kepada pihak Serambi Indonesia yang telah mengarahkan bantuan dari berbagai pihak tersebut untuk pembangunan SDN Langien. "Ketika dana dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) belum turun untuk pembangunan infrastruktur yang rusak akibat gempa di Pijay, alhamdulillah banyak pihak ketiga yang melaksanakan pembangunan fasilitas publik. Salah satunya adalah yang dilakukan Harian Serambi hari ini bersama Tribun Grup dan Radio Sonora Jakarta. Mudah-mudahan lima bulan ke depan bangunan ini rampung dan sudah dapat kita gunakan untuk kegiatan belajar-mengajar," kata Said Mulyadi.

Sementara itu, Pemimpin Serambi Sjamsul Kahar mengatakan, meski donasi yang terkumpul tak seberapa, tapi  semua itu berasal dari pembaca Serambi dan Tribunnews yang tersebar di Aceh maupun provinsi lain di Indonesia. Termasuk dari pendengar Radio Sonora di Jakarta.

 "Jadi, yang mengalir kemari adalah empati dan simpati dari saudara-saudara kita se-Indonesia. Ada kalanya kita yang membantu saat saudara-saudara kita di belahan lain Indonesia ditimpa bencana. Ada kalanya kita pula yang dibantu, seperti saat ini maupun saat gempa dan tsunami tahun 2004 silam. Gerakan moral ini muncul secara otomatis sebagai bentuk empati dari saudara-saudara kita sebangsa dan se-Tanah Air,  terhadap korban bencana alam di Aceh," ujar Sjamsul.

Ia juga mengajak Muspika setempat  dan perangkat Desa Langien, termasuk kawula mudanya untuk mengawal dan mengamankan proyek pembangunan gedung SD tersebut supaya tidak ada yang mengganggu proyek ini hingga selesai 5 bulan yang  akan datang.

"Mudah-mudahan sarana pendidikan yang kita bangun ini bermanfaat untuk memajukan dunia pendidikan di Pidie Jaya ini kelak," kata Sjamsul Kahar.

Penulis: Yarmen Dinamika
Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help